Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Tumbuh 6,10% di Kuartal II-2026, Lampaui Nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wilayah Bali dan Nusa Tenggara menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada triwulan II-2026. Pertumbuhan ekomi di dua wilayah ini tercatat 6,10% secara tahunan atau year-on-year (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengatakan, secara spasial seluruh wilayah Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi positif pada triwulan II-2026. Bali dan Nusa Tenggara menjadi wilayah dengan laju pertumbuhan paling tinggi.
“Pertumbuhan ekonomi di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Jawa, dan Sulawesi di atas pertumbuhan nasional. Pulau Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,10% yang merupakan pertumbuhan tertinggi. Kemudian Pulau Jawa tumbuh sebesar 5,65% serta Pulau Sulawesi tumbuh 5,53%,” kata Edy dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (5/8).
Meski mencatat pertumbuhan tertinggi, kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional masih berasal dari Pulau Jawa. BPS mencatat Pulau Jawa menyumbang 56,47% terhadap PDB Indonesia, disusul Pulau Sumatra sebesar 22,50%.
BPS menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Bali dan Nusa Tenggara terutama ditopang oleh sektor pertambangan, perdagangan, dan administrasi pemerintahan.
Di kawasan tersebut, Provinsi Bali menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar dengan andil mencapai 2,77%.
Sektor Perdagangan dan Industri Pengolahan Beri Andil Terbesar
Sementara itu, sumber pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Provinsi DKI Jakarta menjadi penyumbang terbesar di wilayah tersebut dengan andil pertumbuhan 1,55%.
Adapun di Pulau Sumatera, pertumbuhan ekonomi didorong oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian, dengan Sumatera Utara menjadi provinsi yang memberikan andil pertumbuhan terbesar sebesar 1,17%.
Di Pulau Sulawesi, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi, sedangkan di wilayah Maluku dan Papua didorong oleh sektor yang sama. Provinsi Maluku Utara menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar di kawasan tersebut dengan andil 2,98%.
Adapun, secara nasional, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terutama didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ditopang oleh konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan konsumsi pemerintah.