BPS: Kenaikan Harga Ayam Perlu Diwaspadai

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.
Ilustrasi.
Penulis: Agustiyanti
10/8/2026, 12.22 WIB

Badan Pusat Statistik mengingatkan, pemerintah daerah untuk mewaspadai kenaikan harga daging ayam ras yang belakangan terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Harga rata-rata nasional daging ayam saat ini sebesar Rp 39.712 per kilogram, sedikit di bawah harga acuan penjualan atau HAP konsumen Rp 40.000 per kg.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan laju kenaikan harga daging ayam relatif tinggi, meski secara rata-rata nasional masih di bawah HAP. 

"Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah pada senin (10/8), seperti dikutip dari Antara. 

Menurut Amalia, terdapat 188 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras. Sejumlah daerah bahkan mencatat kenaikan IPH yang cukup tinggi dan harga yang telah melampaui HAP.

Ia mencontohkan, Kabupaten Bangka Selatan yang mencatat kenaikan IPH daging ayam ras sebesar 34,58%. Namun, harga komoditas tersebut masih sekitar 3% di bawah HAP atau Rp 38.800 per kilogram.

Sementara itu, Kota Binjai mencatat kenaikan IPH sebesar 29,78%. Harga daging ayam ras di kota itu berada di atas HAP, yakni mencapai Rp 42.000 per kilogram.

Kondisi lebih tinggi terjadi di Kabupaten Kepahiang, dengan kenaikan IPH mencapai 21,34%. Harga daging ayam ras di kabupaten itu mencapai sekitar 20% di atas HAP atau Rp 48.000 per kilogram.

Amalia menjelaskan, kenaikan harga daging ayam ras di sejumlah daerah dipengaruhi oleh faktor pasokan maupun peningkatan permintaan.

Ia juga mencatat, kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi meningkatnya permintaan sebagai alternatif pengganti ikan. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang membatasi aktivitas nelayan, sehingga pasokan ikan berkurang dan masyarakat beralih membeli daging ayam.

Sedangkan di Kota Binjai, kenaikan harga daging ayam ras dipicu peningkatan permintaan pasar seiring kembali beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah libur sekolah berakhir.

Adapun di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kenaikan harga terjadi karena stok daging ayam ras di pasar terbatas di tengah meningkatnya permintaan.

Amalia mengatakan, berbagai faktor tersebut perlu menjadi bahan perhatian pemerintah daerah dalam upaya mengendalikan harga daging ayam ras, terutama di daerah yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi.

"Ini catatan untuk mengendalikan harga. Karena di sebagian kota dan kabupaten memang ada keterbatasan pasokan dan juga di beberapa tempat memang sisi permintaannya sedang meningkat," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara