UMKM Diminta Tampung Peserta Magang, Gaji 6 Bulan Ditanggung Pemerintah

ANTARA FOTO/Ardiansyah/nym.
Ilustrasi.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
11/8/2026, 16.30 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan program magang yang tengah didorong pemerintah. Airlangga menyebut, pemerintah akan menanggung gaji peserta magang selama enam bulan.

Airlangga mengatakan, program magang ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat pengembangan UMKM. Namun, tidak semua UMKM akan mendapatkan peserta magang karena perusahaan yang dipilih akan melalui proses seleksi.

“Untuk Gen Z, kita juga harus dorong sekarang pemerintah mendorong magang bersama. Nah, ini juga mungkin UMKM bisa memanfaatkan magang, tentu dipilih UMKM yang mana,” kata Airlangga dalam acara UMKM Finance Summit, di Jakarta, Selasa (11/8). 

Menurut Airlangga, peserta magang yang mengikuti program tersebut telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Saat ini, rata-rata hanya satu dari tujuh pendaftar yang diterima.

“Rata-rata sekarang dari tujuh yang daftar, satu yang diterima. Dan saya lihat rata-rata IP yang diterima itu tinggi-tinggi, 3,6 sampai 3,9,” katanya. 

Airlangga berharap kualitas peserta magang tersebut dapat memberikan manfaat bagi UMKM yang menjadi tempat mereka bekerja. Dengan demikian, program magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi generasi muda, tetapi juga membantu UMKM mempercepat pengembangan bisnis.

“Pekerja yang selama enam bulan nanti digaji oleh pemerintah, harapan saya itu bisa meng-accelerate daripada UMKM-UMKM ini,” kata Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga meminta target penyaluran kredit kepada UMKM dinaikkan menjadi Rp 2.000 triliun.

Airlangga menyebut, total kredit perbankan saat ini mencapai sekitar Rp 9.000 triliun, sedangkan kredit UMKM baru sekitar Rp 1.500 triliun. Menurutnya, porsi ideal kredit UMKM sebenarnya mencapai 30% dari total kredit atau sekitar Rp 3.000 triliun.

Dia mengatakan, peningkatan kredit ini diperlukan agar UMKM dapat naik kelas. Pemerintah juga ingin memperluas akses pembiayaan kepada UMKM yang membutuhkan kredit lebih besar, di luar skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Jadi kami naikkan targetnya untuk Pak Maman, dukungan Pak Dian agar UMKM ini bisa naik kelas. Yang naik kelas dikasih pembiayaan yang tinggi,” kata Airlangga.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman