Grup Salim memperluas bisnisnya ke industri gim dengan menjadi distributor resmi produk Nintendo di Indonesia. Grup milik konglomerat Anthoni Salim ini akan mendistribusikan konsol Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 di pasar Indonesia mulai Desember 2026.
Kabar tersebut disampaikan Executive Director Grup Salim Axton Salim melalui akun Instagram pribadinya @axtonsalim. “It’s official… Nintendo is coming to Indonesia,” tulis Axton, dikutip Kamis (13/8).
Nintendo merupakan perusahaan asal Jepang yang memproduksi konsol dan gim video. Perusahaan yang didirikan di Kyoto pada 1889 itu awalnya memproduksi kartu remi sebelum berkembang menjadi salah satu perusahaan gim terbesar di dunia.
Masuknya Nintendo melengkapi portofolio bisnis Grup Salim yang telah tersebar di berbagai sektor. Di sektor konsumer, grup ini memiliki PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).
Grup Salim juga memiliki bisnis ritel melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), perkebunan melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), serta pertambangan melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Selain itu, Grup Salim memiliki kepentingan di sektor telekomunikasi melalui PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), serta perbankan melalui PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA). Grup ini juga memiliki kerja sama bisnis dengan Grup Bakrie melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Mengutip Reuters, Nintendo berencana meluncurkan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 di Indonesia pada Desember 2026. Peluncuran tersebut menjadi kali pertama Nintendo menghadirkan konsolnya secara resmi di Indonesia.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, kehadiran Nintendo melalui jalur resmi dapat membantu mengatasi pelanggaran hak cipta. Pemerintah juga mendorong Nintendo menyediakan developer kit untuk membantu pengembang gim lokal.
Selama ini, konsol dan kartrid gim Nintendo di Indonesia banyak dipasarkan melalui jalur tidak resmi. Pengembang gim lokal Adam Ardisasmita menyebut, kondisi ini membuat mekanisme harga menjadi kurang jelas.
Axton Salim juga mengatakan anak usaha Grup Salim akan bekerja sama dengan Nintendo untuk membangun pusat perbaikan resmi dan layanan pelanggan di Indonesia.
Langkah tersebut membuka peluang bagi pasar gim Indonesia yang cukup besar. Asosiasi Game Indonesia memperkirakan nilai pasar gim nasional mencapai sekitar Rp 30 triliun per tahun dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Namun, pengembang lokal hanya menyumbang sekitar 2,5% dari total belanja tersebut.
Nintendo sendiri meluncurkan konsol Nintendo Switch 2 pada Juni 2025. Perusahaan menargetkan penjualan 16,5 juta unit sepanjang tahun buku yang berakhir pada Maret 2027.