Purbaya Pasang Teknologi Baru di Pabrik Rokok, Pita Cukai Bisa Dilacak

ANTARA FOTO/Aji Styawan/wsj.
Petugas menunjukkan barang bukti pita cukai diduga palsu menggunakan sinar ultraviolet di sela-sela rilis pengungkapan kasus percetakan pita cukai ilegal di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/5/2026).
Penulis: Ade Rosman
27/8/2026, 16.47 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyiapkan teknologi baru untuk memperketat pengawasan pita cukai rokok. Ia menyebut, anak buahnya tengah menyiapkan teknologi yang akan dipasang di pabrik rokok dan memungkinkan pita cukai dilacak hingga diketahui asal pabriknya.

Purbaya menuturkan, sistem ‘track and trace’ tersebut akan dilengkapi dengan sistem penghitung yang dipasang langsung di pabrik rokok. 

“Kami akan taruh mesinnya di pabrik rokoknya, mesin penghitung, dan pakai teknologi yang lebih baru, bukan barcode,” kata Purbaya, kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8).

Purbaya menuturkan, penerapan teknologi tersebut saat ini sudah mulai berjalan dengan pemasangan mesin di sejumlah pabrik. Pemerintah menargetkan sistem tersebut dapat diterapkan secara penuh dalam waktu sekitar enam bulan ke depan.

Purbaya mengatakan, dengan teknologi ‘track and trace’ ini, pemerintah akan lebih mudah mengawasi produksi rokok sekaligus mendeteksi potensi pelanggaran terkait penggunaan pita cukai.

“Dalam waktu dekat akan diterapkan, mungkin dalam setengah tahun ke depan akan full semuanya. Itu sudah mulai ditaruh mesin-mesinnya,” kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan, teknologi baru tersebut juga memungkinkan pita cukai dipindai menggunakan telepon seluler. Dari hasil pemindaian, petugas dapat mengetahui asal pita cukai, termasuk pabrik yang menerbitkannya.

“Jadi itu penghitungan ... pabrik akan enggak bisa bermain-main dengan itu. Dan kita juga lebih mudah mendeteksi kalau ada yang gelap-gelap karena pita itu, pita baru itu bisa di-scan pakai handphone segala macam, bisa ketahuan dari mana pabriknya,” kata Purbaya.

Persempit Ruang Manipulasi

Dia menilai sistem tersebut akan mempersempit ruang bagi pelaku usaha untuk melakukan manipulasi dalam penggunaan pita cukai. Teknologi ini juga disiapkan untuk mengatasi peredaran pita cukai palsu yang masih ditemukan di pasaran. Ia menyebut, dengan sistem baru tersebut, pita cukai palsu nantinya akan lebih sulit digunakan.

Di sisi lain, Purbaya mengakui masih terdapat praktik permainan dalam peredaran pita cukai. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang berada di balik peredaran pita cukai palsu.

“Enggak tahu. Kalau tahu, sudah saya tangkap. Tapi, ya, kira-kira saya tahu masih ada yang main, gitu aja,” kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman