BBTN Kucurkan Rp 8 Miliar, Bangun 30 Rumah untuk Veteran Perang
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengucurkan Rp 8 miliar untuk membangun 30 rumah bagi para pahlawan, mulai dari veteran perang, pejuang sosial dan kemanusiaan, hingga mantan atlet.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, program bernama Rumah Cahaya ini merupakan bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) perseroan bekerja sama dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia.
“Nilainya nggak mahal-mahal amat, Rp 8 miliar (untuk 30 rumah),” kata Nixon ditemui usai acara penyerahan 30 sertifikat hak milik Rumah Cahaya kepada para penerima di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin (31/8).
Nixon menjelaskan, rumah-rumah ini dibangun di kompleks Rumah Cahaya yang berlokasi di Kasemen, Kota Serang, Banten. Rumah tersebut terdiri dri dua lantai dan dilengkapi fasilitas umum serta fasilitas sosial (fasum-fasos).
Lahan untuk pembangunan rumah disediakan oleh yayasan, sedangkan BTN mendukung pembangunan rumah sekaligus penyusunan program. Dengan penyerahan sertifikat hak milik (SHM), para penerima kini resmi memiliki rumah dari program Rumah Cahaya.
Menurut Nixon, program tersebut hadir karena tidak semua kelompok masyarakat dapat mengakses pembiayaan melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Faktor usia menjadi salah satu kendala bagi sebagian penerima untuk mengakses pembiayaan perumahan.
“Karena enggak semua segmen itu bisa pakai KPR, enggak semua segmen itu bisa mencicil atau mengkredit. Dari sisi usia, kan teman-teman sudah lihat, sudah tidak memungkinkan,” ujar Nixon.
Nixon mengatakan penerima Rumah Cahaya dipilih berdasarkan jasa dan kontribusi mereka kepada bangsa. Mereka terdiri atas veteran, mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia, keluarga veteran serta keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara.
Menurut dia, Rumah Cahaya tidak hanya ditujukan sebagai bantuan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan kepada para penerima atas jasa yang telah diberikan kepada Indonesia.
Sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung renovasi dan pembangunan 477 rumah sosial. Perseroan menargetkan pembangunan sekitar 110–120 rumah sosial per tahun bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal.
Pada 2026, dukungan tersebut menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat yang terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, Nixon menilai tantangan sektor perumahan di Indonesia tidak cukup hanya dijawab dengan pembangunan rumah. Menurut dia, pengembangan sumber daya manusia dan inovasi juga diperlukan untuk membangun ekosistem perumahan yang berkelanjutan.