Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Investor Tunggu Data Cadangan Devisa
Rupiah mengawali perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (7/9). Dikutip dari Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.645 per dolar AS melemah 0,2% atau 3 poin. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah bergerak kian melemah berada di level Rp 17.655 per dolar AS turun 0,07% atau 13 poin.
Adapun pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup di level Rp 17.642 per dolar Amerika Serikat (AS), dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp 17.679 per dolar AS. Rupiah sempat menguat hingga 70 poin ke level Rp 17.609 sebelum akhirnya ditutup pada Rp 17.642 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelemahan rupiah diperkirakan terjadi setelah dolar AS kembali menguat menyusul rilis data tenaga kerja AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) yang lebih kuat dari perkiraan.
Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan penguatan dolar AS berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, pelemahan mata uang Garuda diperkirakan masih terbatas.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang rebound setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan," kata Lukman.
Selain itu Lukman juga mengatakan pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang dijadwalkan keluar pada siang hari ini.
Sebelumnya Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 mencapai US$145,3 miliar, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang Rp 17.600-Rp 17.700 per dolar AS.