Suahasil Singgung IHSG Naik Usai Kabar Dirinya Gantikan Purbaya
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengomentari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyusul kabar dirinya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9). IHSG berbalik menguat tajam kurang dari satu jam sebelum penutupan imbas isu reshuffle.
“Kalau saya sih kemarin bersyukur ketika kemarin teman-teman media mulai kasih breaking news ternyata indeksnya langsung mulai cepat naik, satu jam terakhir. Moga-moga pada perhatikan itu," kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (18/9).
Suahasil mengatakan, indeks sempat memasuki tren penurunan sejak Januari hingga sekitar Juli 2026. Namun setelah itu, IHSG mulai memasuki periode pemulihan.
“IHSG, Januari turun sampai dengan katakanlah bulan Juli, lalu baru ada mulai ada periode pemulihan. Ini kan bergeraknya cepat sekali, naik turun, naik turun,” katanya.
Ia mencatat, pasar saham Indonesia masih mencatatkan arus modal keluar atau outflow sebesar Rp 70,7 triliun hingga 11 September 2026. Namun jika dilihat secara kuartalan, menurut dia, pasar saham mulai menunjukkan perbaikan.
“Untuk kuartal III, sudah mulai inflow Rp 2,9 triliun. Jadi ini ada suatu pergerakan yang baik, dan tentu ini yang harus kami pantau terus,” katanya.
Suahasil mengatakan, pemerintah perlu terus mencermati hubungan antara pasar keuangan Indonesia dan kondisi pasar keuangan global. Hal ini termasuk pergerakan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang dipengaruhi oleh perkembangan imbal hasil atau yield di pasar global.
Dia mengatakan, kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (Fed Fund Rate) akan memberikan dampak terhadap pasar keuangan Indonesia.
“Dengan Fed Fund Rate naik, pasti akan ada dampak ke Indonesia. Yang dilakukan dalam pengelolaan ekonomi makro kita adalah meminimalkan dampak negatifnya. Ini yang harus kita perhatikan,” kata Suahasil.
Suahasil menilai, kredibilitas pasar saham menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan keyakinan investor menanamkan modal di Indonesia. Pemerintah, menurut dia, ingin memastikan pasar saham berjalan dengan kredibel sesuai dengan kaidah yang telah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kalau pasar saham kita kredibel, maka para investor akan lebih yakin untuk membeli saham-saham Indonesia,” katanya.
Dia berharap penguatan kredibilitas pasar saham dapat mendorong masuknya arus modal asing ke Indonesia.
“Kalau pasar saham kita nanti menjadi lebih kredibel lagi, mengikuti apa yang kaidah-kaidah yang sekarang sudah dijalankan OJK maka kita berharap ini akan menjadi capital inflow masuk ke Indonesia," kata Suahasil.