Ekonomi Vietnam Tumbuh Hampir 10%, Mengapa Bisa Melesat Jauh Lampaui Indonesia?

ANTARA FOTO/REUTERS/Kham/AWW/dj
Ilustrasi.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
8/10/2026, 13.31 WIB

Vietnam mencatatkan produk domestik bruto pada kuartal ketiga 2026 tumbuh melesat 9,95% dibandingkan periode yang sama tahun ini. Pertumbuhan kuartalan ini menjadi yang tercepat sejak pandemi Covid-19, naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 8,81%.

Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada Juli-September didorong oleh ekspor yang kuat serta investasi infrastruktur yang masif. Namun, realisasi pertumbuhan ini masih berada di bawah target pertumbuhan tahunan negara itu yang dipatok di atas 10%.

Perekonomian negara yang sangat bergantung pada ekspor ini menghadapi kenaikan biaya impor tahun ini akibat perang Iran. Defisit perdagangan pada sembilan bulan pertama tahun ini mencapai rekor tertinggi.

Laporan Kantor Statistik Nasional mencatat, ekspor barang pada September naik 39,1% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$ 59,48 miliar. Sedangkan impor meningkat 45,8% menjadi US$ 58,21 miliar, sehingga menghasilkan surplus perdagangan sebesar US$ 1,27 miliar pada bulan tersebut.

Selama sembilan bulan pertama tahun ini, ekspor naik 24,5% menjadi US$434,30 miliar. Sedangkan impor meningkat 36,7% menjadi US$ 453,72 miliar, menghasilkan defisit perdagangan sebesar US$19,42 miliar, rekor tertinggi.

Harga impor energi yang lebih tinggi menjadi salah satu penyebab melebarnya defisit perdagangan. Menurut laporan tersebut, volume impor minyak mentah turun 13,5% pada periode itu, namun nilainya naik 14,4%. Impor bahan bakar olahan meningkat 11,5% secara volume, tetapi nilainya melonjak 79,3%.

Biro Statistik Nasional menyatakan bahwa harga konsumen pada September naik 5,08% dibandingkan tahun sebelumnya. Lembaga tersebut mencatat, produksi industri pada bulan September meningkat 16,7% secara tahunan. 

Data menunjukkan total investasi selama periode sembilan bulan tersebut naik 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring langkah negara itu meningkatkan investasi publik di sektor infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan.

Arus masuk investasi asing selama periode sembilan bulan tersebut meningkat 12,1% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi US$21,1 miliar.

Asian Development Bank pada pekan lalu menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Vietnam tahun ini menjadi 7,8% dari sebelumnya 7,2%. Lembaga ini menyatakan bahwa prospek pertumbuhan jangka pendek negara tersebut tetap kuat, didukung oleh ekspansi berkelanjutan di sektor manufaktur, konsumsi domestik yang tinggi, serta investasi asing langsung yang terus mengalir.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.