Rupiah Dibuka Loyo, Inflasi AS Picu Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Nilai Tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka melemah pada Kamis (15/10) pagi. Melansir data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.951 pada pembukaan pagi ini, atau melemah 48 poin atau sekitar 0,27% dari penutupan sebelumnya yang mana rupiah berada di angka Rp 17.903 per dolar AS.
Analis Doo Financial, Lukman Leong memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah ini diakibatkan data kenaikan inflasi konsumen AS.
“Rupiah diperkirakan dibuka melemah terhadap dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan pada inflasi konsumen AS yang lebih tinggi dari perkiraan memicu kenaikan pada ekspektasi suku bunga the Fed,” kata Lukman saat dihubungi, Kamis (15/10).
Lukman mengatakan, di sisi lain para investor juga masih mengantisipasi data inflasi produsen AS pada Kamis (15/10) malam. . Adapun, data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) menunjukkan inflasi tahunan AS naik ke level 3,7% pada September 2026, meningkat dibandingkan 3,4% pada Agustus.
Sementara inflasi inti AS, tercatat naik ke angka 2,6% secara tahunan pada September, naik dari 2,4% pada bulan sebelumnya. Kemudian, indeks harga konsumen (IHK) AS meningkat 0,6% pada September dibanding bulan sebelumnya. Sedangkan inflasi inti naik 0,3% secara bulanan.