Rupiah Menguat Jelang Pengumuman Pertumbuhan Ekonomi

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menghitung pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer, Melawai, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 dari sebelumnya sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
5/11/2026, 10.46 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (5/11). Melansir data Bloomberg, rupiah dibuka 18.089 per dolar AS, menguat 79 poin atau sekitar 0,43% dari penutupan sebelumnya yakni 18.168 per dolar AS. 

Analis Doo Financial Lukman Leong menuturkan, pelemahan rupiah terjadi di tengah penurunan tajam harga minyak mentah dunia, menyusul harapan berakhirnya perang AS-Iran. 

Di sisi lain, Lukman mengatakan, para investor juga menunggu pengumuman data pertumbuhan ekonomi Kuartal III RI yang akan diumunkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/11). 

“Investor menantikan data PDB Q3 Indonesia yang akan dirilis siang ini,” kata Lukman, saat dihubungi, Kamis (5/11). 

Lukman memperkirakan, pergerakan rupiah pada hari ini berada di rentang 18.050 hingga 18.200 per dolar AS. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,5% sepanjang 2026. Ia meyakini aktivitas domestik, belanja pemerintah, serta investasi yang didorong proyek-proyek hilirisasi bernilai tambah tinggi mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Suahasil mengatakan, aktivitas ekonomi dalam negeri masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan tahun ini. Pemerintah juga terus mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam gejolak ekonomi sekaligus stimulus bagi masyarakat.

"Dengan sinergi kebijakan dan momentum aktivitas ekonomi yang terus kita jaga, kita perkirakan (pertumbuhan ekonomi) di 2026 di sekitar 5,5%,” kata Suahasil dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Selasa (3/11). 

Bendahara negara mengatakan APBN akan terus berperan menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan dan energi. 

Pemerintah juga berharap investasi dapat tumbuh kuat, terutama dari proyek-proyek hilirisasi yang menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Suahasil juga optimistis sektor pertanian tetap tumbuh meskipun menghadapi tantangan fenomena El Nino. Dia mengatakan ketahanan sektor pertanian ini menjadi salah satu faktor yang mendukung perekonomian domestik.

Terkait proyeksi angka pertumbuhan ekonomi di kuartall III-2026, Suahasil mengatakan menunggu rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan pada 5 November 2026.

"Tentu kami akan menyampaikan dan juga melakukan analisis terhadap bagaimana gerak ekonomi Indonesia di Q3 2026 ini," kata Suahasil.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman