Foto: Kereta Kuda yang Terlupakan

Adi Maulana Ibrahim|Katadata
15/5/2020, 11.00 WIB
Di bawah jembatan jalan raya Sungai Bambu Jakarta Utara, sejumlah kuda beserta kereta dan juga pemiliknya berlindung dari terik matahari. Sudah tiga bulan sejak diberlakukan larangan operasional angkutan wisatawan di sekitar Kota Tua dan Monumen nasional (Monas) di Jakarta guna menghindari penyebaran virus corona, mereka hanya bisa diam tak bekerja.
 
 "Sebelum pandemi, kita bisa mendapatkan Rp 100.000–200.000 per hari. Sekarang kita tidak mendapatkan apa-apa," kata pemilik kereta Hariyanto (45).
 
Kuda-kuda yang hidup di bawah jembatan terlihat kurus dan menderita masalah kulit dan mata karena mereka tidak memiliki pakan dan obat yang layak selama berminggu-minggu.
 
Hariyanto, yang telah bekerja sebagai penarik kereta kuda selama 12 tahun terakhir, berharap pemerintah provinsi Jakarta lebih peduli kepada pekerajan ini, setidanya dalam masa pamdemi ini mampu menyediakan makanan, obat, vitamin dan mengirim dokter hewan untuk memeriksa kondisi kuda-kudanya.