Foto: Tabur Bunga dan Doa Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Muhammad Zaenuddin|Katadata
Editor: Sorta Tobing
3/10/2022, 13.21 WIB

Sejumlah suporter dari berbagai klub sepak bola menggelar aksi seribu lilin dan doa bersama, Minggu (2/10), bagi korban Tragedi Kanjuruhan. Aksi  tersebut dilakukan sebagai bentuk simpati dan ungkapan duka cita terhadap 125 orang korban di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Para suporter menyanyikan yel-yel klub Arema FC sambil menabur bunga di pagar tiang dan lapangan. Masa aksi yang tergabung dalam Ultras Garuda dan The Jakmania menyalakan lilin dan menyampaikan kedukaan secara bergantian.

Amanda (21) salah satu peserta yang hadir di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada malam itu menyampaikan duka citanya. "Insiden ini telah menyorot perhatian dunia karena merupakan tragedi kemanusaan terbesar dalam sejarah sepak bola tanah air," ucapnya.

Pada malam itu, masa solidaritas juga menyampaikan empat tuntutan. Pertama, Presiden RI harus meminta maaf secara terbuka kepada korban dalam Tragedi Kanjuruhan dan memastikan ganti rugi dan rehabilitasi kepada korban secara menyeluruh. 

Kedua, Presiden RI harus membuat Tim Gabungan Pencari Fakta untuk menemukan penyebab terjadinya insiden tersebut. Dalam hal ini melibatkan lembaga negara independen, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Ketiga, Kepala Kepolisian Republik Indonesia dan Panglima TNI harus memeriksa semua anggota yang bertugas dilapangan secara etik, disiplin, dan pidana.

Terakhir, penyelenggara pertandingan sepakbola tidak lagi melibatkan aparat Kepolisian dan TNI. Para peserta aksi mendesak aparat keamanan berhenti menerapkan pendekatan keamanan dalam negeri di dalam stadion, melainkan pengamanan ketertiban umum (stewards/civil guards).