Ketika AI Bikin HP Murah Makin Mahal, iPhone Terbaru Tetap Diburu
Puluhan calon pembeli iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mengantre di gerai hello Store, Grand Indonesia, Jakarta, pada Jumat (16/10) sejak pukul delapan pagi. Leo, warga Tangerang, bahkan sudah di lokasi sejak pukul lima pagi.
"Rela tidak tidur semalam karena sudah menunggu sejak tahun lalu untuk membeli iPhone 18," kata Leo kepada Katadata.co.id. Hari itu, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max resmi dijual di Indonesia.
Di sudut lain pasar ponsel, Andi (22 tahun) memilih tidak mengganti Tecno Pova 4 Pro 8GB/256GB yang dibelinya pada 2022 seharga Rp2,9 juta. "Nggak tertarik ganti HP baru, karena spesifikasinya mirip dengan ponsel saya sekarang, tetapi harganya dua kali lipat,” kata mahasiswa itu kepada Katadata.co.id.
Pengalaman serupa dialami Setyo, mahasiswa berusia 25 tahun yang membeli POCO M4 Pro 8GB/256GB pada 2022 seharga Rp2,95 juta. Ia enggan membeli ponsel keluaran terbaru karena menilai harga yang ditawarkan terlalu tinggi untuk spesifikasi yang mirip dengan perangkat miliknya.
Setyo juga membandingkan harga Tecno Camon 40 Pro 8GB/256GB yang dibeli kakaknya pada 2025 seharga Rp3,1 juta, kini menjadi Rp5,4 juta. Selain itu, menurutnya spesifikasi Tecno Camon 50 Pro yang lebih baru tidak berbeda jauh dari Camon 40 Pro, termasuk dari sisi cip dan kapasitas penyimpanan.
Kondisi itu menggambarkan konsumen kelas atas yang tetap berburu perangkat baru, ketika pembeli gawai murah menahan diri karena harga yang terus naik. Penyebab utama harga HP naik yakni cip memori yang menjadi rebutan produsen smartphone dengan pengembang infrastruktur AI.
Menurut TrendForce (30/9), pemasok DRAM atau Dynamic Random Access Memory terus memprioritaskan kapasitas proses canggih untuk produk server berkinerja tinggi seperti AI, karena margin yang lebih tinggi ketimbang disalurkan ke produsen gadget. Akibatnya, IDC mencatat biaya memori melonjak sekitar 350% sejak tahun lalu dan masih terus naik. Counterpoint Research mencatat harga memori sudah naik empat kali lipat sejak kuartal keempat 2025.
CEO pembuat ponsel Fairphone, Raymond van Eck mengatakan bahwa cip memori menyumbang hampir 60% biaya komponen (bill of materials) pada ponsel seharga sekitar US$ 400. Chief Marketing Officer Qualcomm Don McGuire menyebut, harga memori bisa melonjak sekitar sepuluh kali lipat.
"Setiap kali ponsel baru diluncurkan, biasanya produsen menetapkan harga sesuai inovasi yang dihadirkan," kata Don McGuire saat konferensi pers di Jakarta (1/10). "Yang menyebabkan anomali adalah biaya memori."
Produsen HP meneruskan beban biaya cip memori ke konsumen secara bertahap. Pada Maret, OPPO mengumumkan kenaikan harga seri A dan K serta OnePlus. Samsung menaikkan harga seluruh lini Galaxy A US$30 – US$70 pada awal Oktober, kenaikan kedua dalam sepekan. Google juga menaikkan harga Pixel 10a dari US$499 menjadi US$599.
Counterpoint Research mencatat harga ritel ponsel global naik 20% sepanjang 2026. Produk baru dibanderol 25% di atas varian tahun sebelumnya, dan lebih dari 40% model mengalami kenaikan harga. Di Indonesia, harganya naik 7%-45% pada kuartal I.
Analis Senior Counterpoint Shilpi Jain mengatakan, kelangkaan cip memori yang ekstrem mendorong pasar ponsel ke fase yang lebih selektif, membentuk kembali strategi OEM dan bahkan perilaku konsumen.
"Konsumen mempertahankan HP mereka lebih lama dari perkiraan dan memilih ponsel refurbished," kata dia dalam keterangan pers. "Sementara permintaan HP premium tetap relatif kuat, memperlebar kesenjangan antara segmen premium dan segmen yang sensitif terhadap harga.”
Counterpoint mencatat pengiriman ponsel di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, turun 15% secara tahunan (yoy) pada kuartal kedua 2026, penurunan terdalam sejak kuartal pertama 2023.
Secara global, kuartal ketiga lebih suram. IDC mencatat pengiriman HP turun 22% menjadi 255,3 juta unit. Meski begitu, pangsa pasar Samsung dan Apple tetap naik sekalipun pengirimannya turun, karena pasar pesaing anjlok lebih dalam.
Kenapa iPhone 18 Tetap Diburu?
Di tengah kenaikan harga HP dan menurunnya permintaan, ponsel premium justru menunjukkan daya tahan. Fenomena ini terlihat di Indonesia, saat iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan harga puluhan juta yang justru banyak dicari.
Antusiasme terlihat di gerai hello Store Grand Indonesia. Antrean sudah terbentuk sejak pagi, bahkan seorang pembeli bernama Leo dari Tangerang menunggu sejak pukul 05.00 WIB.
Urban Republic, bagian dari Erajaya Group, menyebut permintaan iPhone 18 Pro Max, terutama varian penyimpanan 1 TB dan 2 TB, menjadi yang paling menonjol. Jumlah konsumen yang mengambil preorder batch pertama jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Direktur Ritel PT Global Astha Niaga, Alvin Hariraharjo, mengatakan harga sejumlah produk Apple, termasuk MacBook dan jam tangan, telah naik sekitar 15%. Meski demikian, menurut dia, konsumen loyal Apple masih mencari produk-produk terbaru.
Data Counterpoint Research menunjukkan, pengiriman ponsel di Indonesia pada kuartal I 2026 turun 9% yoy. Sebaliknya, segmen premium dengan harga lebih dari US$600 tumbuh 30% dan menyumbang 8,3% dari total pengiriman.
Harga HP Diramal Masih Mahal hingga 2028
Dalam laporan Smartphone Market Bulletin pada 10 September, TrendForce memproyeksikan harga kontrak DRAM konvensional diperkirakan naik 10%–15% dan NAND Flash 15%–20% pada akhir tahun ini. DRAM digunakan sebagai memori kerja perangkat, sedangkan NAND Flash untuk penyimpanan data. Ketika kedua komponen mengalami kenaikan harga secara bersamaan, produsen menghadapi tekanan biaya yang lebih besar.
IDC memperkirakan harga memori terus naik setidaknya hingga 2028. Harga jual rata-rata HP global pun diperkirakan naik 27,6% menjadi US$581 pada 2026, sedangkan pengiriman turun 16,7%.
Sementara itu, Counterpoint Research mengatakan penambahan kapasitas produksi cip memori membutuhkan waktu beberapa kuartal untuk memberikan dampak nyata terhadap pasokan. Oleh karena itu, pemulihan pasar diperkirakan baru terjadi menjelang akhir 2027.
Pengiriman gawai diperkirakan turun 12% pada 2026 menjadi kurang dari 1,1 miliar unit. Segmen HP murah diproyeksikan menghadapi tekanan paling besar, sementara ponsel premium relatif lebih tahan terhadap kenaikan biaya.
Konsumen yang tidak sanggup membeli punya sedikit pilihan selain menunda. Kanal YouTube Gadgetin menyarankan konsumen membeli generasi sebelumnya, memanfaatkan promosi, dan memilih spesifikasi sesuai kebutuhan. Sementara itu, IDC menyebut pembeli yang tidak bisa menunda lebih baik menunggu promosi kuartal liburan ketimbang berharap harga turun.
Tren kenaikan harga HP itu disebut memperingatkan risiko jurang baru antara yang 'kaya' dan 'miskin'. Data GSMA menunjukkan, 3,4 miliar orang belum memakai internet seluler, dan lebih dari 90% di antaranya tinggal di wilayah berjangkauan broadband seluler.
Pada akhir 2025, ponsel berinternet paling dasar sudah setara 44% pendapatan bulanan bagi 20% penduduk termiskin di negara berpenghasilan rendah dan menengah, beban ini diperkirakan naik tajam karena harga memori.
Di Indonesia, pengusaha sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan usulan pemerintah membagikan HP berisi rekening digital kepada warga, termasuk sekitar 30% penduduk yang belum punya rekening bank. Akan tetapi, Kementerian Sosial masih mengkaji usulan ini. Dalam kondisi harga HP yang terus naik, rincian terkait merek, spesifikasi, jumlah unit dan pendataan penerima, akan menentukan apakah program ini bisa berjalan.
Di satu sisi, kenaikan harga HP berpotensi memperlebar kesenjangan akses digital. Bagi konsumen yang mengandalkan ponsel sebagai pintu masuk ke internet, seperti pengemudi ojol dan pedagang online, perangkat yang semakin mahal dapat menjadi hambatan baru, terutama jika pilihan murah dengan spesifikasi memadai semakin terbatas.
Sementara itu, kisah Andi dan Setyo yang memilih bertahan dengan HP lama, sementara sebagian konsumen tetap mengantre iPhone terbaru, memperlihatkan respons berbeda terhadap kenaikan harga. Ketika biaya komponen menekan harga jual dan pilihan di segmen murah semakin terbatas, keputusan mengganti ponsel kian bergantung pada daya beli dan manfaat yang ditawarkan perangkat baru.