Perhatian Erick Thohir Terhadap Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/tom.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan keterangan pers di GBK Arena, Jakarta, Jumat (10/3/2023). Erick Thohir menyampaikan perkembangan terbaru terkait agenda peninjauan venue Piala Dunia U-20 2023 dan FIFA Matchday 2023.
Penulis: Riri
3/4/2023, 19.47 WIB

Pasca-terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI, Erick Thohir berkomitmen untuk merealisasikan janjinya dalam membenahi persepakbolaan Indonesia. Setelah sarasehan dengan Asosiasi Provinsi (Asprov), beberapa waktu lalu Erick tancap gas berdiskusi dengan salah satu legislator untuk menyinergikan program PSSI ke depan. 

Dalam obrolannya bersama Anggota DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo, Erick berbincang perihal komitmennya dengan pria yang karib disapa Ara tersebut dalam mendorong pembinaan usia dini calon atlet sepak bola. Diketahui, Ara merupakan Wakil Ketua Komisi E yang membidangi olahraga dan pemuda. 

“Kemarin saya habis sarasehan dengan Asprov PSSI. Salah satunya, kami ingin mendorong pembinaan dini sejak usia 9 tahun. Dengan fasilitas yang ada, (apakah) sekolah ini dapat memanfaatkan fasilitas tadi?,” tanya Erick.

Ara memastikan bahwa pemprov DKI Jakarta dapat memfasilitasi program yang disiapkan PSSI untuk pembinaan pemain sejak usia dini. “Bisa Pak, sebagai legislator, saya memastikan dapat menyiapkan lapangan tersebut,” jawabnya.

Sejauh ini, kata Ara, ia telah mendorong revitalisasi pada 36 Gelanggang Olahraga (GOR) kecamatan dan memetakan sebanyak hampir 40 lapangan sepak bola di wilayah Jakarta, yang mana masih menjadi PR untuk memperbaiki kondisinya ke depan.

Nantinya, lanjut Erick, program pembinaan usia dini dapat dilakukan melalui kompetisi musim pada Sabtu-Minggu. "Populasi Indonesia sebanyak 55% berada di bawah usia 35 tahun, di mana sekitar 70% suka sepak bola. Artinya, basis sepak bola cukup banyak. Masalahnya, bagaimana (jika) pembinaan tidak continue (berkelanjutan)?" tambahnya.

Seperti diketahui, PSSI telah mencanangkan sebanyak 11 program untuk direalisasikan oleh Asprov. Salah keduanya adalah kompetisi usia muda Soeratin U-14 dan kompetisi usia muda Soeratin U-17.

Beberapa waktu lalu Erick sempat berujar bahwa pembinaan dini harus dimulai dari usia 9 tahun sebagai persiapan menghadapi ajang olahraga di tahun 2034.

"Untuk jangka pendek, kita lakukan turnamen liga 2 dan 3 ketika liga 1 mulai. Liga 1 formatnya agak berbeda sedikit. Kita punya mimpi bersama. Tidak mudah tapi kita harus berani." jelasnya saat menggelar sarasehan awal Maret ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.