Buka Lapangan Kerja, Erick Thohir Jadi Cawapres Potensial

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Mahasiswa menunjukan buku (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir saat acara bedah buku tersebut di Universitas Telkom, Bandung, Jawa Barat, Senin (5/62023). Bedah buku (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir karya Abdullah Sammy tersebut digelar dalam rangka membangkitkan semangat generasi muda khususnya mahasiswa melalui perjalanan hidup Erick Thohir dari mulai pengusaha hingga menjabar Menteri BUMN.
Penulis: Dini Hariyanti
13/6/2023, 14.56 WIB

Pamor Menteri BUMN Erick Thohir sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) di dalam Pilpres 2024 dinilai terus menguat. Pasalnya, dia konsisten melakukan langkah nyata untuk kesejahteraan masyarakat.

Pengamat politik Universitas Indonesia Ade Reza Haryadi mengatakan, posisi Erick Thohir saat ini memiliki nilak elektabilitas tinggi. Hal ini terpengaruh kiprahnya yang berhasil mengakomodir kebutuhan masyarakat, seperti menyediakan lapangan pekerjaan.

"Masyarakat mengingat makin sulitnya mencari pekerjaan dan maraknya PHK, Erick Thohir sebagai Menteri BUMN yang mana ada kebijakan membuka lowongan pekerjaan besar-besaran, tentu menjadi kepedulian dirinya," ujar Ade dalam keterangan pers, Selasa (13/6).

Erick Thohir terus membuka lowongan pekerjaan besar-besaran di Kementerian BUMN, banyak masyarakat sangat antusias mendaftar dan mempelajari test rekrutmen untuk bisa lolos. Terbukti, pada 2022, ada 1,2 juta orang anak muda mendaftar dan mengikuti rekrutmen tersebut.

Kementerian BUMN membuka lapangan kerja bagi sekitar 45 juta orang di luar sektor formal. Angka ini meliputi 32,1 juta nasabah kredit usaha rakyat BRI, 12,7 juta pekerja sektor UMKM di PNM Mekaar, hingga 439.000 tenaga kerja penggarap hutan desa.

Selain itu, Kementerian BUMN juga membuka 163.761 lapangan pekerjaan bagi petani yang tergabung di Program Makmur, 210.00 petani program kemitraan PTPN. Tak hanya itu, ada pula 270.000 tenaga kerja informal yang terserap dan tersebar di pembangunan Tol Trans Sumatera, PT Freeport Indonesia, PT Pertamina (Persero), dan PT Bukit Asam.

"Dalam konteks Pilpres 2024, Erick Thohir bisa saja mengklaim hal itu sebagai prestasi politik dan berdampak secara elektoral jika dikemas dengan baik," ujar Ade.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.