Telkomsel melalui program Digital Creative Entrepreneurs (DCE) menyelenggarakan DCE Academy & Summit 2026 di Bandung, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendampingi pelaku UKM agar semakin siap bertumbuh di era digital dan kecerdasan artifisial (AI). 

Mengangkat tema “AI-Enabled SMEs Growth: How Locals Go Global”, rangkaian program ini menghadirkan pembelajaran, mentoring, live shopping, benchmarking, pitching, hingga sesi inspiratif bersama pelaku usaha dan ekosistem kreatif.

Sebagai program CSR unggulan Telkomsel, DCE dirancang untuk memperkuat kapabilitas, kreativitas, dan daya saing UKM melalui pendekatan pertumbuhan berbasis AI, agar pelaku usaha dapat menjalankan transformasi digital secara lebih berkelanjutan. 

Dalam pelaksanaannya, DCE Academy membekali peserta dengan berbagai materi praktis, mulai dari tren pasar dan pengembangan produk, akses pendanaan, branding dan digital marketing, networking, leadership, hingga pemanfaatan kanal digital seperti live shopping.

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan, melalui DCE Academy & Summit 2026, Telkomsel ingin memastikan teknologi, termasuk AI, dapat dipahami dan dimanfaatkan secara relevan oleh pelaku UKM. 

Menurutnya, inovasi digital bukan hanya tentang teknologi yang semakin maju, tetapi tentang bagaimana teknologi tersebut membantu pelaku usaha mengambil keputusan lebih baik, menjangkau pelanggan lebih luas, dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. 

“Inilah bagian dari komitmen Telkomsel untuk terus melayani sepenuh hati dan membuka peluang pertumbuhan masa depan yang lebih inklusif,” ujar Abdullah dalam keterangan tertulis. 

Tingginya antusiasme pelaku UKM terlihat dari lebih dari 2.900 pendaftar program DCE dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, Telkomsel menyeleksi 500 UKM terbaik untuk mengikuti sesi onboarding, sebelum kemudian memilih 12 UKM terbaik yang lanjut ke DCE Academy & Summit 2026. 

Alur kurasi bertahap ini memastikan peserta yang terpilih memiliki produk yang kompetitif dan sepenuhnya siap memperkuat model bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan.

Rangkaian DCE 2026 mempertemukan 12 UKM terbaik dari empat kategori, yaitu Fashion, Food & Beverages, Craft, dan Personal Care. Para finalis berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Bali, Sumatera Utara, Papua, DKI Jakarta, dan wilayah lainnya, dengan produk yang mengangkat kekuatan lokal, keberlanjutan, pemberdayaan komunitas, serta inovasi digital. 

Penilaian finalis mencakup lima aspek utama: keunggulan produk, model bisnis, strategi pemasaran, digitalisasi, serta dampak sosial dan lingkungan.

Pada puncak acara DCE Summit 2026, para finalis mengikuti sesi pitching, inspiring talks, bazaar UKM, networking, serta awarding untuk kategori Best Fashion Track, Best F&B Track, Best Craft Track, Best Personal Care Track, dan Best of the Best. 

Melalui proses ini, Telkomsel ingin menunjukkan bahwa aksi CSR dan keberlanjutan dapat hadir secara konkret: bukan hanya melalui bantuan, tetapi melalui pendampingan yang memperkuat kapasitas usaha, membuka akses pasar, dan memperbesar peluang UKM lokal untuk naik kelas.

Dian Lestari, Founder RUMA Papua dan peraih Best of the Best DCE 2026, mengatakan, sejak hari pertama mengikuti DCE, dirinya mendapatkan pendampingan yang sangat membantu untuk melihat bisnis dengan lebih strategis.

"Melalui rangkaian program ini, kami belajar bagaimana memperkuat produk, membangun cerita brand, sampai memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pelanggan lebih luas. DCE memberi kami ruang untuk bertumbuh lebih percaya diri," katanya. 

Hingga 2026, DCE secara kumulatif telah menarik minat lebih dari 12.800 pendaftar UKM, mendampingi lebih dari 1.180 alumni dan mencetak 22 alumni terbaik, menghadirkan ratusan sesi webinar dan mentoring bersama ratusan pakar dan mentor, serta menyalurkan dukungan dana hibah miliaran rupiah. 

Dampak pendampingan DCE juga tercermin dari capaian sejumlah alumni yang mampu memperluas pasar, meningkatkan omzet dan kapasitas produksi, sekaligus memperkuat model bisnis berbasis dampak sosial dan lingkungan.

Ke depan, Telkomsel akan terus memperkuat DCE sebagai wadah kolaborasi bagi UKM, mentor, pelaku industri, dan ekosistem digital agar semakin banyak UKM lokal dapat naik kelas, berdaya saing, dan tumbuh berkelanjutan dengan dukungan pemanfaatan teknologi digital terkini.

Informasi selengkapnya tentang program DCE Telkomsel: www.dce.co.id/.

Daftar UKM Terbaik DCE 2026

KategoriFashionLAF Project@LAF_ProjectBrand alas kaki asal Cibaduyut, Bandung, yang berdiri sejak 2018 dengan fokus pada anak muda yang aktif bepergian melalui positioning  #TemanJalan. LAF Project telah menjangkau seluruh Indonesia hingga Asia Tenggara. Pernah berkolaborasi dengan sejumlah IP dan figur kreatif.
Guru Batik@gurubatik(Best Fashion)Brand batik kontemporer dari Sleman, D.I. Yogyakarta, yang menjadikan kain sebagai ruang belajar. Setiap motif dikembangkan sebagai narasi visual yang merekam pengetahuan, nilai, dan proses berpikir manusia, dengan gagasan bahwa “batik ketika dibalik menjadi kitab.”
Astagunaku@astgnBrand dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang memproduksi kain batik cap, batik kombinasi, dan kain jumputan untuk dikembangkan menjadi produk fesyen seperti rok lilit, vest, obi belt, bando batik, hingga aksesori, dengan tetap mempertimbangkan bahan yang lebih ramah lingkungan.
KategoriFood & BeveragesRangu Pisan@rangupisanBrand baso aci instan khas dari Garut, Jawa Barat, yang dikemas untuk menjangkau pasar nasional, dengan kemasan menarik dan tiga varian rasa, yaitu original, xtra pedas, dan cheez creamy.
Ruma@rumapapua.id(Best of The Best, Best F&B)Brand minuman teh probiotik berbasis lokal dari Jayapura, Papua, yang mengangkat kekayaan alam Nusantara melalui produk rendah gula dan bernilai kesehatan. Ruma juga membangun ekosistem usaha berkelanjutan dengan melibatkan perempuan Papua sebagai mitra produksi dan distribusi.
Coffest Roastery@coffestroasteryBrand kopi asal Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara, yang lahir dari pengalaman mencari kopi yang lebih aman bagi penderita GERD atau asam lambung. Coffest Roastery memproduksi green bean dan roast bean untuk pasar B2B maupun B2C, tersedia di berbagai platform digital.
KategoriCraftSugar Souvenir@sugar_souvenir(Best Craft)Usaha dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang memproduksi souvenir ramah lingkungan dari limbah plastik. Produknya dirancang fungsional untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan korporasi, dengan desain lipat yang unik serta proses produksi yang menggabungkan daur ulang dan pemberdayaan masyarakat.
Play and Replay@play.and.replayBrand mainan kayu dari Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang berdiri sejak 2019, menghadirkan produk aman, berkualitas, dan bernilai estetika untuk mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi bagian dari dekorasi rumah. Proses produksi melibatkan ibu rumah tangga di sekitar workshop.
Redivivus@redivivus.idBrand aksesori buatan tangan dari Kabupaten Badung, Bali, yang mengubah sisa gabus botol anggur menjadi produk bernilai baru. Redivivus bekerja sama dengan pemulung untuk mengumpulkan material alami tersebut sebagai bagian dari praktik keberlanjutan.
KategoriPersonal CareShaany Collagen@shaanycollagen(Best Personal Care)Startup berbasis circular economy dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang mengolah limbah sisik ikan menjadi kolagen murni berkualitas tinggi untuk kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Shaany Collagen juga mengusung model social enterprise dengan memberdayakan ibu rumah tangga dari keluarga pra-sejahtera.
TallowNara@tallownaraUKM dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang mengolah lemak sapi bersertifikat halal dan organik menjadi produk personal care seperti moisturizer dan sabun cair. Brand ini berangkat dari kebutuhan perawatan kulit berbahan alami.
Cultivia@cultivia.idBrand dari DKI Jakarta yang menghadirkan essential oil, personal care, dan aromaterapi. Produk Cultivia berasal dari tanaman rempah yang tumbuh di lahan eks-tambang kaolin yang dipulihkan di Belitung melalui pertanian berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.