Sponsorship dalam ajang olahraga tidak lagi cukup mengandalkan visibilitas melalui pemasangan logo atau eksposur media. Di tengah semakin ketatnya persaingan merebut perhatian publik, perusahaan kini dituntut mampu membuktikan dampak nyata dari investasi yang mereka lakukan.

Hal itu disampaikan Vice President Finance & Business Development Katadata Indonesia, Ivan Triyogo Priambodo, dalam sesi The Live Signal: Sports Events as Unignorable Brand Moment pada Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, 5–7 Agustus.

Menurut Ivan, ajang olahraga menjadi salah satu ruang yang masih mampu menghadirkan perhatian penuh masyarakat karena orang datang bukan karena dipaksa melihat iklan, melainkan karena ingin menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

"Sebuah momen brand yang tak terhindarkan tidak memaksa perhatian. Ia meraih perhatian," ujar Ivan, Rabu (5/8/26).

Meski demikian, ia menilai pendekatan sponsorship yang hanya mengandalkan visibilitas tidak lagi memadai. Brand kini perlu menjawab pertanyaan yang lebih mendasar, seperti apakah kehadiran mereka mampu memperkuat citra perusahaan, memengaruhi perilaku konsumen, hingga menciptakan nilai bagi komunitas.

"Visibilitas bisa dibeli. Keyakinan harus diperjuangkan," katanya.

Ivan mengatakan banyak organisasi sebenarnya telah memiliki beragam data, mulai dari jumlah peserta, jangkauan media, hingga performa media sosial. Namun, data tersebut belum tentu dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.

"Masalah sesungguhnya adalah ketiadaan bukti yang layak untuk pengambilan keputusan," ujarnya.

Untuk itu, ia memperkenalkan kerangka Live Signal, yang mengukur dampak sponsorship melalui enam dimensi, yakni perhatian, emosi, komunitas, perilaku, nilai, dan kepercayaan.

Menurut Ivan, pengukuran dampak seharusnya sudah dirancang sejak awal penyusunan strategi sponsorship, bukan baru dilakukan setelah acara berakhir.

Sebagai contoh, Katadata telah menerapkan pendekatan tersebut dalam sejumlah kajian terhadap ajang lari nasional, seperti Mangkunegaran Run dan Maybank Marathon. Kajian tersebut tidak hanya melihat besarnya eksposur yang diperoleh sponsor, tetapi juga mengukur dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dihasilkan penyelenggaraan event.

Di akhir paparannya, Ivan menegaskan bahwa nilai sebuah sponsorship tidak hanya ditentukan oleh besarnya perhatian yang diperoleh, tetapi juga oleh kemampuan membuktikan dampaknya secara kredibel.

"Visibilitas meraih perhatian. Bukti meraih keyakinan. Dan meski momen sebuah brand bisa berlangsung sekejap, buktinya harus mampu bertahan lebih lama dari momen itu sendiri," ujar Ivan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.