Dalam upaya melestarikan ekosistem pesisir dan memitigasi dampak perubahan iklim, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) melaksanakan program rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman 10.000 pohon mangrove.
Kegiatan pelestarian lingkungan ini dipusatkan di area Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, pada pertengahan September lalu.
Program penanaman ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor. PHE ONWJ menggandeng berbagai pihak, di antaranya Sentra Penyuluh Kehutanan Pedesaan (SPKP) Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, Penyuluh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP), serta Kelompok Masyarakat Pegiat Mangrove (Alam Seribu).
Head of Communication Relations & CID PHE ONWJ Indra Darmawan menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari program Alam Seribu, yakni komitmen perusahaan yang fokus pada pelestarian ekosistem mangrove di wilayah Kepulauan Seribu.
"Kegiatan penanaman 10.000 pohon mangrove ini dilakukan guna mencegah terjadinya abrasi pantai sekaligus menjadi langkah konkret kami dalam mitigasi perubahan iklim. Selain fungsi ekologis dalam menjaga ekosistem mangrove, kami merancang program ini agar ke depannya dapat memberikan dampak ekonomi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat," ujar Indra Darmawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (5/10).
Secara teknis, pelaksanaan program di lapangan sangat mengandalkan kerja sama dengan pemangku kepentingan setempat. Pihak SPKP memberikan pendampingan, sementara masyarakat lokal turun tangan langsung dalam proses penanaman bibit mangrove. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai krusial untuk memastikan keberlanjutan dan kelangsungan hidup pohon yang telah ditanam.
Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa ada nilai sosial kuat yang terbangun dari kegiatan ini. "Kerja sama di lapangan menumbuhkan kembali rasa gotong royong antar masyarakat lokal. Ketika mereka terlibat langsung dari awal, secara otomatis rasa kepedulian dan kepemilikan mereka akan kelestarian ekosistem mangrove di tempat tinggalnya akan semakin meningkat," katanya.
Melalui kegiatan ini, PHE ONWJ berharap kawasan pesisir Kepulauan Seribu memiliki sabuk hijau yang kuat untuk menahan abrasi, sekaligus membuka potensi ekowisata yang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar di masa mendatang.