Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan potensi penularan antarmanusia dari wabah hantavirus varian Andes (ANDV). Hal ini menyusul terkonfirmasinya enam penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik yang terinfeksi hantavirus varian Andes, di mana tiga di antaranya meninggal pada awal Mei 2026.
Hantavirus varian Andes menyerang paru-paru dan menyebabkan penyakit Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HPS) dengan tingkat fatalitas bisa mencapai 50%. Pada kasus kapal pesiar MV Hondius, tingkat fasilitasnya mencapai 38%.
Untuk diketahui, hantavirus merupakan kelompok virus yang menular melalui hewan pengerat atau rodensia, terutama tikus. Penularannya dapat melalui kontak langsung antara manusia dengan rodensia, maupun lewat permukaan atau udara yang terkontaminasi partikel urin, feses, atau saliva rodensia.
Virus ini menyebabkan dua penyakit zoonosis, yaitu HPS yang banyak ditemukan kasusnya di Amerika dan juga Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Hingga saat ini, belum ditemukan antivirus atau pengobatan spesifik untuk penyakit yang disebabkan oleh hantavirus.
Berbeda dengan HPS, belum pernah ada penemuan transmisi antarmanusia dari penyakit HFRS. Kasus HFRS sendiri menyerang ginjal dan pembuluh darah, dengan penemuan kasus lebih banyak di Eropa dan Asia.
Tingkat fatalitas kasus HFRS cenderung lebih rendah dibanding HPS, yaitu di rentang 1% hingga 15%. Salah satu varian hantavirus yang umum menyebabkan HFRS adalah varian Seoul (SEOV). Varian ini beberapa kali juga ditemukan di Indonesia.
Merespon wabah hantavirus ini, Kementerian Kesehatan menyampaikan hingga saat ini belum ada temuan kasus HPS di Indonesia. Sepanjang 2026, Kemenkes mencatat lima kasus terkonfirmasi HRFS, semuanya tidak terkait dengan kasus di kapal pesiar MV Hondius.
“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” kata Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin, 11 Mei.