Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satunya yang sering dialami adalah sakit gigi. Sakit gigi bisa kambuh kapan saja, sehingga cukup mengganggu. 

Beberapa orang mengalami sakit gigi tak kunjung sembuh, hal ini cukup berbahaya karena adanya infeksi pada gigi atau karies gigi. Prevalensi sakit gigi, terutama karies gigi mencapai 88,80 persen.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) dengan alamat website https://pafimagelangkota.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha dalam meningkatkan mutu serta keterampilan anggotanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ahli farmasi selalu mengetahui perkembangan kesehatan terkait obat-obatan.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sakit gigi tak kunjung sembuh serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya sakit gigi tak kunjung sembuh?

Secara umum, sakit gigi dapat terjadi karena berbagai alasan. Jika sakit gigi tidak sembuh dan bertahan selama lebih dari satu hingga dua hari, dan sering kambuh, ini menandakan adanya infeksi pada gigi. Infeksi gigi terjadi ketika lapisan email keras gigi rusak dan bakteri dimasukkan ke pulpa gigi, yang penuh dengan pembuluh darah dan saraf kecil. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab sakit gigi tak kunjung sembuh yang perlu diperhatikan meliputi:

Adanya kerusakan gigi

Karies gigi adalah penyebab paling umum dari sakit gigi yang berkepanjangan. Karies terjadi akibat kerusakan enamel gigi oleh asam yang dihasilkan bakteri dari sisa makanan, terutama gula. Jika karies tidak segera diobati, lubang pada gigi akan semakin dalam hingga mencapai dentin dan pulpa (bagian dalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah). 

Adanya infeksi dan abses gigi

Infeksi yang menyebar ke akar gigi dan jaringan sekitarnya dapat menyebabkan abses gigi, yaitu kumpulan nanah yang menimbulkan pembengkakan dan nyeri hebat. Abses ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri yang tidak tertangani dengan baik. Rasa sakit akibat abses seringkali berdenyut, memburuk saat berbaring, dan disertai pembengkakan wajah atau kelenjar getah bening. Tanpa penanganan medis, abses bisa menyebar ke jaringan lain dan menyebabkan komplikasi serius.

Gigi patah atau retak

Gigi yang patah atau retak dapat menyebabkan lapisan dalam gigi (pulpa) terekspos dan mudah terinfeksi. Retakan yang sangat kecil pun bisa menyebabkan rasa sakit yang terus-menerus, terutama saat mengunyah atau terkena suhu panas/dingin. Jika retakan tidak diperbaiki, infeksi dapat berkembang dan menyebabkan sakit gigi yang berkepanjangan.

Tambalan gigi yang rusak atau tidak pas

Beberapa orang mungkin pernah menambal gigi. Tambalan gigi yang sudah lama, retak, atau tidak pas dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Bakteri ini dapat masuk ke bawah tambalan dan menyebabkan infeksi pada pulpa gigi. Akibatnya, rasa sakit tidak hilang meskipun sudah dilakukan perawatan sebelumnya.

Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir adalah adanya kondisi medis lainnya seperti penyakit gusi. Penyakit gusi yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan kronis pada jaringan penyangga gigi. Gingivitis adalah tahap awal peradangan gusi yang bisa berkembang menjadi periodontitis, di mana jaringan dan tulang penyangga gigi rusak. Kondisi ini menyebabkan gigi menjadi goyang, nyeri, dan infeksi yang sulit sembuh jika tidak ditangani dengan baik.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sakit gigi tak kunjung sembuh? 

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab sakit gigi tak kunjung sembuh. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sakit gigi tak kunjung sembuh serta mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Parasetamol

Parasetamol adalah obat paling efektif untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta memiliki efek samping yang relatif rendah jika digunakan sesuai dosis. Cocok untuk orang yang tidak bisa mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). 

2. Obat anti inflamasi non steroid (OAINS)

Ibuprofen adalah obat anti inflamasi non steroid yang diresepkan oleh apoteker. Obat ini tidak hanya meredakan nyeri tetapi juga mengurangi peradangan yang sering menyertai sakit gigi. Penting untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan memperhatikan kondisi lambung karena OAINS dapat menyebabkan iritasi lambung.

3. Antibiotik

Antibiotik hanya diberikan jika terdapat infeksi bakteri yang jelas, seperti pada kasus abses gigi, infeksi pulpa, atau infeksi jaringan lunak di sekitar gigi. Salah satunya adalah amoksisilin yang membantu mengendalikan infeksi dan mencegah penyebaran bakteri ke jaringan lain.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengobati sakit gigi tak kunjung sembuh adalah berkumur dengan air garam hangat. Larutan air garam hangat dapat membantu membersihkan mulut, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka. Kemudian, hindari mengonsumsi makanan terlalu panas, dingin, asam, atau keras. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan dosis obat yang sesuai kebutuhan.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafimagelangkota.org melalui smartphone Anda.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.