IHSG Rawan Terkoreksi, Analis Rekomendasikan Saham CDIA, TLKM, ITMG, CTRA

Nur Hana Putri Nabila
19 Januari 2026, 06:34
IHSG, IHSG rawan koreksi, ihsg lemah, indeks
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi. IHSG ditutup naik 0,47% ke level 9.075 pada perdagangan Jumat (16/1).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (19/1). Analis merekomendasikan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Telkom Indonesia (TLKM), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), hingga PT Ciputra Development Tbk (CTRA) untuk dikoleksi investor di tengah lesunya indeks.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, tekanan jual mulai muncul meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap ditutup naik 0,47% ke level 9.075 pada perdagangan saham Kamis (15/1). Menurut dia, pergerakan IHSG masih berada pada bagian wave (v) dari wave [iii] sehingga investor perlu mencermati potensi koreksi yang dapat terjadi pada rentang level 8.970–9.039.

“Dan area penguatan yang berada di 9.123–9.151,” demikian penjelasan Herditya dalam risetnya, Senin (19/1). 

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG berada di 8.956 dan 8.908, sedangkan ;evel resistance terdekat berada di 9.077 dan 9.012.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Berikut rekomendasi saham MNC Sekuritas: 

  • Buy on weakness saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) di area Rp 22.175–Rp 22.275. Target harga Rp 22.475–Rp 22.675, sedangkan level stop loss di bawah Rp 22.125.
  • Speculative buy saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di area Rp 6.625–Rp 6.700. Target harga Rp 6.975–Rp 7.500, sedangkan stop loss di bawah Rp 6.525.
  • Sell in strength saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) di level Rp 1.215–Rp 1.230.

Pilarmas Investindo Sekuritas juga melihat IHSG berpotensi melemah terbatas secara teknikal. dengan area support di level 8.840 dan resistance di 9.070.

Pilarmas merekomendasikan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Phintraco Sekuritas menilai, terdapat sejumlah sentimen yang akan memengaruhi pergerakan indeks pada pekan ini. Dari dalam negeri, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20–21 Januari yang diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,75%, seiring masih lemahnya nilai tukar rupiah.

Selain itu, pasar juga menanti rilis data pertumbuhan kredit perbankan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 7,6% secara tahunan (YoY) dari 7,74% YoY pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, indeks-indeks utama di bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat (16/1) dan sepanjang pekan lalu. Sentimen negatif karena meningkatnya ketidakpastian arah kebijakan The Federal Reserve serta perkembangan geopolitik global.

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat bakal mempertahankan Kevin Hassett sebagai penasihat ekonomi, alih-alih mengusulkannya sebagai Chairman The Fed selanjutnya. Kondisi tersebut meningkatkan peluang Gubernur The Fed Kevin Warsh menjadi kandidat terdepan untuk menggantikan Jerome Powell. 

Selain itu, Trump juga berencana memberlakukan tarif impor terhadap delapan negara anggota NATO hingga tercapai kesepakatan terkait pembelian Greenland pada 17 Januari. Tarif yang dikenakan sebesar 10% mulai 1 Februari 2026 dan meningkat menjadi 25% mulai 1 Juni 2026.

“Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI mendukung berlanjutnya penguatan IHSG sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 9.100–9.200 pada pekan ini,” demikian analisis Phintraco Sekuritas, dikutip Senin (19/1).

Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk dapat mengoleksi saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada pekan ini.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...