Media sosial kini tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana hiburan dan tempat berbagi aktivitas sehari-hari. Di era digital saat ini, platform seperti TikTok, Instagram, dan LinkedIn mulai dimanfaatkan generasi muda sebagai ruang untuk membangun personal branding, menunjukkan kemampuan diri, hingga membuka peluang karier.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Start Your Career Expo (SYCE) 2026 yang diselenggarakan di Gedung Graha Surya Pengharapan, Cikarang, pada 4 Mei 2026.
Acara yang dihadiri lebih dari 80 siswa dari berbagai sekolah di sekitar Cikarang ini menghadirkan dua narasumber, yaitu content creator Rahmat Darmawan dan founder Vidhelp Agency Jasver.
Dalam sesi bertajuk Personal Branding and Career Preparation, Rahmat Darmawan menjelaskan bahwa personal branding menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang karier di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi belum mampu menunjukkan identitas dan value diri mereka secara tepat kepada publik maupun recruiter.
“Banyak orang merasa dirinya punya skill, tetapi belum tahu bagaimana cara memperlihatkan kemampuan tersebut kepada orang lain. Padahal, di era sekarang, apa yang kita tampilkan di media sosial bisa menjadi kesempatan untuk dikenal dan dilihat oleh banyak peluang,” ujar Rahmat, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (7/5).
Ia juga menjelaskan berbagai pendekatan dalam membangun personal branding, seperti expert branding, thought leadership, storytelling, hingga edutainment yang menggabungkan edukasi dan hiburan dalam konten digital.
Sementara itu, founder Vidhelp Agency Jasver menilai, perkembangan algoritma media sosial telah mengubah cara generasi muda membangun peluang dan kepercayaan di era digital. Menurutnya, jumlah followers kini bukan lagi faktor utama dalam membangun pengaruh.
“Sekarang orang tidak harus punya followers besar untuk mulai dikenal. Yang lebih penting adalah bagaimana konten yang dibuat bisa memberikan value, membangun trust, dan relevan dengan kebutuhan audiens,” ujar Jasver.
Ia juga menambahkan bahwa media sosial saat ini dapat berfungsi sebagai “CV digital” yang menunjukkan kemampuan, pola pikir, dan value seseorang melalui konten yang dibagikan secara konsisten.
Selain pemaparan materi, peserta juga diajak memahami bagaimana menentukan niche, mengenali target audience, hingga membangun konten yang relevan dan konsisten di tengah perkembangan digital yang semakin cepat.
Melalui kegiatan ini, SYCE 2026 diharapkan dapat menjadi ruang edukatif bagi generasi muda untuk memahami bahwa media sosial tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun peluang, relasi, dan masa depan karier di era digital.