Pecahkan Rekor MURI, 1.305 Ibu Hamil se-Indonesia Ikuti Meditasi Tata Hati

YCCK
Ratusan ibu hamil mengikuti meditasi di Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali, Sabtu (16/5/2026).
Penulis: Yuliawati
17/5/2026, 10.14 WIB

Sebanyak 1.305 ibu hamil dari seluruh pelosok negeri dengan khidmat mengikuti tuntutan meditasi melalui bimbingan Bunda Arsaningsih, pada Sabtu (16/5). Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) mencatatkan sebagai aksi meditasi kesehatan mental ibu hamil dengan peserta terbanyak di Indonesia.

Ratusan perempuan berbadan dua dengan mengenakan seragam pink duduk tegak mengikuti meditasi di Harris Hotel & Conventions Denpasar, Bali. Ribuan peserta lainnya mengikuti secara virtual di 303 titik wilayah Indonesia.

Para peserta kompak memejamkan mata mengikuti tuntutan Guru Meditasi Bunda Arsaningsih. Tangan mereka diletakkan di atas paha dengan telapak tangan terbuka.

“Mari siapkan diri, duduk dengan nyaman. Katupkan mulut, rileks, dan sadari tubuh fisik kita. Sadari bahwa saat ini Ibu sedang mengandung sebuah kehidupan,” suara lembut Bunda Arsaningsih membuka sesi meditasi SOUL Reflection.

Bunda Arsaningsih menuntun meditasi tanpa sekat perbedaan, para ibu diajak terhubung dengan Sang Pencipta melalui keyakinan masing-masing. Dengan terhubung kepada Tuhan, para peserta diajak melepaskan endapan emosi dan energi negatif, seperti penolakan selama masa kehamilan, kemarahan, kesedihan, takut serta kecemasan menghadapi persalinan.

Setelah melepaskan emosi dan energi negatif, lalu Bunda Arsaningsih membimbing untuk mengalirkan afirmasi positif. Sambil mengusap perut, para ibu hamil diajak berdialog dan membisikkan doa-doa terbaik untuk masa depan sang anak.

“Aku mencintaimu. Jadilah anak yang penuh cinta, bijaksana, tangguh, kreatif, dan sehat. Bapak dan ibumu sangat mencintaimu.”

Meditasi Khusus Ibu Hamil Raih Rekor MURI

Senior Manager MURI, Triyono, yang hadir langsung memverifikasi acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap keunikan gerakan ini. Piagam penghargaan MURI dianugerahkan kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) sebagai penyelenggara, SOUL sebagai pendukung acara, serta Bunda Arsaningsih sebagai narasumber sekaligus pemegang rekor.

Program "Tata Hati” khusus ibu hamil ini menjadi bagian dari misi besar YCCK untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, dengan menyentuh langsung rahim sang ibu.

Tata Hati ini diinisiasi oleh Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali. Kegiatan ini bertepatan dengan HUT IBI ke-75 dan Hari Bidan Internasional.

Piagam penghargaan MURI untuk kegiatan Tata Hati untuk Ibu Hamil. (YCCK)

Ketua YCCK, Adek Dharana, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental ibu hamil sebagai gerbang pertama pembentukan generasi masa depan.

Adek menyebut kolaborasi YCCK dengan IBI sebagai sebuah sinergi antara sains medis dan pemulihan batin. "Bidan menjaga raga, dan kita di sini bersama-sama menjaga jiwa,” kata Adek.

Dia mengatakan pelaksanaan Tata Hati ke-9 ini menjadi sangat spesial karena membahas kesehatan mental ibu hamil sebagai akar pembentukan kehidupan.

"Ibu hamil tidak hanya mengandung raga, tetapi juga menenun energi dan emosi. Anak yang akan lahir adalah cermin dari kedalaman rasa ibunya,” ungkapnya.

Manfaat Meditasi Buat Ibu Hamil

Manfaat nyata dari meditasi ini dirasakan langsung oleh Elah Nur Hayati (32), peserta asal Kampung Dago, Kabupaten Serang, Banten. Ia mengikuti sesi ini bersama 51 ibu hamil lainnya di Puskesmas Cibendung.

Di usia kehamilan tujuh bulan, Elah mengaku sering cemas karena faktor ekonomi keluarga. "Alhamdulillah setelah meditasi menjadi tenang dan plong. Sudah keluar uneg-unegnya, sekarang sudah tenang," tutur Elah lega.

Rasa haru juga menyelimuti Khusnatudiniah (26) yang sedang menanti kelahiran anak pertamanya. Perempuan yang akrab disapa Dini ini mengaku sering overthinking dan takut menghadapi persalinan.

Dia berharap kegiatan khusus ibu hamil ini diadakan kembali. "Saya merasakan banyak masukan positif, saya jadi lebih tenang. Berharap kegiatan seperti ini sering diadakan karena penting untuk kesehatan mental ibu hamil," kata Dini.

Kepala Kelurahan Cibendung, Yanti, mengakui selama ini kader posyandu baru bisa mendampingi fisik dan pemeriksaan kesehatan luar saja. "Karena keterbatasan, belum ada pendampingan kesehatan mental. Lewat acara ini, para kader juga ikut belajar bagaimana membantu ibu hamil mengatasi kecemasan mentalnya," jelas Yanti.

Pendekatan meditasi batin ini sebenarnya bukan hal baru bagi Bunda Arsaningsih. Beberapa tahun lalu, ia telah mengembangkan Senam dan Meditasi Yophytta Maternal. Efektivitas metode ini pun telah diuji secara ilmiah melalui penelitian oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., SpOG(K).

Berdasarkan riset terhadap responden yang mengikuti program tersebut secara rutin selama satu bulan, ditemukan sederet manfaat secara klinis seperti berikut:

  • 75% responden berhasil menurunkan kecemasan ke tingkat normal.
  • 91,67% responden memiliki kadar kortisol (hormon stres) yang normal.

Secara medis, kadar kortisol yang tinggi pada ibu hamil memang berbahaya karena dapat mengganggu perkembangan saraf dan sistem imun bayi setelah lahir. Melalui meditasi Soul Reflection, ruang batin ibu dijaga agar tetap stabil.

“Dari seorang ibu yang bahagia, akan terlahir jiwa-jiwa yang bercahaya,” kata Bunda Arsaningsih.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.