Di Indonesia, bulan Ramadhan umumnya identik dengan kegiatan kultum yang biasanya disampaikan setelah shalat berjamaah, menjelang berbuka puasa, atau setelah ibadah shalat tarawih.
Kultum atau kuliah tujuh menit adalah ceramah agama singkat, biasanya berdurasi 7-10 menit. Adapun kultum untuk bulan Ramadhan sendiri umumnya berisi nasihat agar umat muslim selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dan menahan diri dari perbuatan tercela.
Tujuannya yaitu untuk memotivasi umat muslim untuk lebih mendalami agama Islam serta memperkuat iman dan memahami nilai-nilai Islam yang sebenarnya.
Berikut di bawah ini beberapa contoh kultum Ramadhan 2026 dengan berbagai tema menarik beserta dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Contoh Kultum Ramadhan 2026
Berikut ini lima contoh kultum Ramadhan berbagai tema lengkap dengan dalilnya sebagai referensi bila ingin mmebuatnya untuk kegiatan Ramadhan 2026.
1. Kesabaran adalah Jalan Menuju Kemenangan
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dalam Islam, menghadapi kesulitan hidup diistilahkan dengan sabar. Sabar dalam menghadapi pahitnya takdir bukanlah tanda kelemahan, tapi sebaliknya, sabar dalam menghadapi pahitnya takdir merupakan tanda kekuatan sejati. Allah Ta'ala berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar," (QS. Al-Baqarah. Ayat 153).
Ayat ini menegaskan bahwa sabar merupakan sarana penolong bagi orang-orang beriman dalam menghadapi setiap cobaan yang sedang dihadapi. Yang artinya sabar memungkinkan kita untuk menerima apa yang telah terjadi, dan mempercayai bahwa Allah SWT memiliki rencana yang lebih baik untuk kita. Dengan sabar, kita dapat mengatasi kesulitan, belajar dari kesalahan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan bijak.
Penggalan ayat terakhir tersebut juga merupakan satu keistimewaan dari Allah Ta'ala bagi hamba-hamba-Nya yang bersabar. Bahwa Allah akan selalu membersamai orang-orang yang sabar dalam menjalani segala ketentuan yang Allah berikan kepada mereka.
Maka, sabar di sini menjadi salah satu jalan yang paling istimewa untuk mendapat kemenangan sejati, yaitu kebersamaan dengan Tuhan semesta alam yang mengatur seluruh jalan takdir yang kita lalui.
Terlebih saat ini kita berada di bulan suci Ramadan, bulan yang begitu mulia. Mari kita manfaatkan bulan yang mulia ini, dengan menumbuhkan akhlak yang mulia juga yakni sabar.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
2. Meraih Keberkahan Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT, bulan Ramadan adalah bulan suci penuh keistimewaan dan keutamaan yang luar biasa. Di bulan ini, setiap amal saleh yang kita lakukan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, jauh lebih baik daripada bulan-bulan lainnya. Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak berbagai kebajikan, seperti sholat malam, membaca Al-Qur'an, sedekah, dan berlomba-lomba dalam kebaikan, sambil menjauhkan diri dari segala kemaksiatan.
Salah satu dalil keutamaannya adalah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kalian puasanya. Pada bulan itu dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan, dan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad)
Kata "mubarak" atau berkah berasal dari akar "baraka", yang menurut Imam An-Nawawi berarti tumbuh, berkembang, bertambah, dan kebaikan yang terus-menerus. Ar-Raghib Al-Asfahani menyebutnya sebagai "keberadaan kebaikan ilahi". Imam Al-Ghazali menjelaskan sebagai "peningkatan kebaikan atas segala sesuatu". Dalam KBBI, berkah adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.
Syaikh Abdul Malik Al-Qasimi dalam Durus al-'Am mendefinisikan:
وَالْبَرَكَةُ هِيَ ثُبُوتُ الْخَيْرِ الْإَلَهِيْ فِي الْشَّيْءِ فَإِنَّهَا إِذَا حَلَّتْ فِيْ قَلِيْلٍ كَثَّرَتْهُ وَإِذَا حَلَّتْ فِيْ كَثِيْرٍ نَفَعَ
Artinya: “Berkah adalah kebaikan ilahi yang melekat pada sesuatu. Yang sedikit menjadi banyak, yang banyak menjadi sangat bermanfaat.”
Dari definisi ini, ada tiga indikator berkah. Pertama, yang sedikit terasa banyak: umur pendek Imam An-Nawawi (43 tahun) menghasilkan ratusan karya abadi; harta sedikit mencukupi seperti banyak; ilmu sedikit tapi diamalkan bermanfaat luas. Kedua, manfaat luar biasa: membersihkan hati dari prasangka buruk, optimis hadapi masalah, hingga Hari Raya penuh kemenangan (al-faizin). Ketiga, mengantarkan pada ketaatan: pernikahan berkah saat susah pun mendekatkan pada Allah, keluarga mendorong taqwa.
Ramadan disebut mubarak karena pahala dilipatgandakan—sunnah diganjar wajib, kebaikan bertumbuh berkesinambungan. Jika dimaksimalkan, puasa ini membersihkan jiwa, mendatangkan manfaat besar: hati tertata, pikiran jernih, optimisme kuat.
Saudaraku, Ramadan berkah bagi yang berubah: semakin takwa, dekat pada Allah. Jika tak berubah, koreksi puasa kita. Manusia tentukan perubahan dengan usaha mendekat—Allah pun mendekatkan.
3. Kasih Sayang Allah di Balik Kewajiban Puasa
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 184, Allah SWT berfirman bahwa puasa diwajibkan dalam ayyamam ma'dudat, yakni hari-hari yang tertentu. Meskipun puasa adalah wajib, Islam adalah agama yang moderat dan tidak memberatkan hamba-Nya. Allah memberikan Rukhshah atau keringanan bagi mereka yang memiliki uzur.
Ada kategori orang yang boleh tidak berpuasa namun wajib menggantinya (Qada), seperti orang yang sakit sementara atau mereka yang sedang dalam perjalanan jauh (safar). Namun, perlu diingat, safar yang dibolehkan adalah perjalanan minimal 89 KM, dilakukan sebelum fajar, dan bukan perjalanan maksiat.
Ada pula kategori yang boleh tidak berpuasa dan menggantinya dengan Fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Ini berlaku bagi lansia yang sudah renta, orang yang sakit menahun, atau ibu hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan kondisi anaknya.
Keluasan hukum ini menunjukkan bahwa Islam sangat menjaga keselamatan jiwa. Ibadah puasa bukan untuk menyiksa, melainkan untuk mendidik. Bagi yang sehat, berpuasa tetaplah yang terbaik jika ia mengetahui hakikatnya. Mari kita jalankan kewajiban ini dengan penuh rasa syukur atas keluwesan syariat-Nya.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
4. Keistimewaan dan Keutamaan Puasa
Alhamdulillah. Segala puji hanya untuk-Nya. Penguasa alam semesta. Karunia-Nya tak terhingga.
Sholawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad SAW. Semoga kita dapat mengikuti sunnahnya.
Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah teragung, yakni puasa, wajib dikerjakan.
Kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa. Rasulullah SAW. meriwayatkan firman Allah SWT. Dalam hadits Qudsi yang artinya, "Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya." (HR Ahmad dan Muslim).
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber.
Pertama. Puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, karena penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni" (HR Bukhori dan Muslim)
Selain itu, dalam hadits lain disebutkan bahwa, "Shalat wajib lima waktu, (dari) satu jumat ke jumat selanjutnya, (dari) Ramadhan ke Ramadhan, akan dapat menghapuskan dosa-dosa, selama dia tidak melakukan dosa besar." (HR Muslim)
Dua hadits di atas jelas menunjukan bahwa jika kita berpuasa dengan sebenar-benarnya penuh keimanan, ikhlas demiNya dan mengharap ganjaran dariNya, maka dosa-dosa kita akan diampuni.
Kedua, Puasa adalah perisai (penghalang).
Dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan, "Puasa itu perisai (penghalang), yang akan menghalangi seorang hamba dari api neraka." Hadits itu dikuatkan oleh hadits riwayat Imam Nasa'i, "Puasa itu penghalang, selagi ia tidak dirusak."
Berdasarkan hadits itu kita meyakini bahwa puasa yang kita lakukan, selagi tidak dirusak, akan menjadi penghalang (perisai) dari api neraka kelak. Adapun hal-hal yang merusak puasa diantaranya adalah dusta, menggunjing, memfitnah, dan kemaksiatan lainnya. Karena itu sudah selazimnya kita menjaga puasa kita agar tetap bermakna.
Rasulullah mengingatkan, "Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, tapi tidak mendapatkan dari shalatnya kecuali hanya begadang." (HR Ibnu Majah)
Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita agar bisa menjalankan puasa sebaik-baiknya.
Allohumma ainna 'ala dzkirika wasykrika wahusni ibadatika. Aamiin ya robbal alamin.
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
5. Pahala Menuntut Ilmu di Bulan Ramadhan
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat Ramadhan kepada kita semua. Semoga rahmat dan keberkahan-Nya senantiasa menyertai kita dalam menjalani ibadah di bulan yang penuh berkah ini.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban menuntut ilmu, baik yang berkaitan dengan urusan duniawi maupun akhirat. Menuntut ilmu tidak memandang usia, jenis kelamin, ataupun latar belakang.
Semua orang berhak dan wajib melakukannya, terlebih di bulan Ramadhan. Banyak keberkahan dan keutamaan bagi orang yang menuntut ilmu pada bulan suci ini.
Di sini, saya akan menjelaskan tentang macam-macam pahala atau keistimewaan menuntut ilmu sela bulan Ramadhan, yaitu
Mendapat Pahala seperti Ibadah Setahun
Sebagaimana Nabi Muhammad SAW. bersabda:
مَنْ حَضَرَ مَجْلِسَ اعِلْمِ فِي رَمَضَانَ كَتَبَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ قَدَمٍ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَيَكُونُ مَعِي تَحْتَ العَرْشِ
Artinya: "Barang siapa menghadiri majelis ilmu untuk menuntut ilmu agama Islam di bulan Ramadhan, maka Allah catat untuknya setiap satu langkah kaki bernilai pahala ibadah satu tahun, dan ia akan bersamaku (kata Nabi SAW) berada di bawah Arsy Allah SWT. "
Meningkatkan Kualitas Ibadah
Dengan meningkatnya pemahaman kita tentang ajaran Islam, kita dapat menggali lebih dalam makna dan hikmah di balik ibadah-ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan, seperti puasa, sholat tarawih, dan bersedekah.
Semakin kita memahami esensi dan tujuan dari ibadah-ibadah tersebut, semakin tulus dan berkualitas pula ibadah kita kepada Allah SWT.
Diridhoi Allah Allah SWT
Setiap langkah yang kita ambil dalam perjalanan menuntut ilmu membawa kita lebih dekat kepada keberkahan dan kasih sayang Allah SWT. Dengan kesungguhan dalam belajar dan mengembangkan diri, kita semakin mendekatkan hubungan kita dengan-Nya dan memperdalam cinta kita terhadap agama-Nya. Sebagaimana dalam HR Abu Daud
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti," (HR Abu Daud).
Dalam bulan Ramadhan ini, mari kita manfaatkan setiap momen untuk meningkatkan pengetahuan dan keimanan kita. Jadikanlah bulan yang mulia ini sebagai momentum untuk meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam menuntut ilmu dan menjadikan kita hamba yang bertaqwa dan berilmu. Aamiin ya rabbal 'alamin.
Itulah lima contoh kultum Ramadhan 2026 berbagai tema lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.