Setiap orang pastinya pernah berkonflik dengan seseorang yang akhirnya menimbulkan rasa kesal atau jengkel dalam diri. Jika terus dipendam, hal ini lama-kelamaan akan membuat diri sendiri merasa stress dan frustasi.
Maka dari itu, jika sedang bermusuhan dengan seseorang, menyampaikan pantun sebagai bentuk sindiran bisa dilakukan untuk melampiaskan kekesalan dan amarahm tanpa harus mengeluarkan banyak emosi.
Tidak hanya untuk melampiaskan emosi, menyampaikan pantun yang berisi kata-kata sindiran juga bisa menjadi cara yang elegan untuk membuat musuh auto kena mental.
Berikut di bawah ini kumpulan pantun menyindir musuh yang bisa disampaikan bila ingin membuat mush auto kena mental.
Pantun Menyindir Musuh
Berikut ini 40 pantun menyindir yang bisa disampaikan kepada musuh karena berisi kata-kata menohok yang bisa membuat kena mental.
1. Jalan di desa banyak belokan
Pergi ke sana naik angkutan
Percuma saja main keroyokan
Itu namanya tidak jantan.
2. Kereta kuda boleh disewa
Namun jangan ke rawa-rawa
Jangan penah bersikap jumawa
Karena kelak bikin kecewa.
3. Ke Semarang sama masinis
Di perjalanan melihat gadis
Ada orang bibirnya manis
Namun omongnya kelewat sadis.
4. Banyak gajah di Pulau Bacan
Tidurnya tengadah himpit-himpitan
Gayanya gagah seperti macan
Rupanya hanya kucing penyakitan.
5. Pohon jati di sebelah kiri
Daunnya jatuh dibawa petani
Teman sejati susah dicari
Teman palsu banyak di sini.
6. Obat tabib sangat manjur
Badan sakit ditutup selimut
Kusangka teman yang jujur
Rupanya musuh dalam selimut
7. Sudah sering baca koran
Kalau beli koran pagi
Sudah banyak pengorbanan
Tidak satu pun kau hargai
8. Lagu lama lagu keroncong
Kalau sekarang trennya dangdutan
Belum kaya sudah sombong
Nanti kaya lupa daratan
9. Kau rajut tali-temali
Hanya untuk gantung diri
Dasar kamu cewek genit
Tidak punya harga diri
10. Jalan-jalan ke Kota Semarang
Terlihat gabus di dalam keranjang
Saya heran tengok gadis saat ini
Body tak bagus, pakai baju jarang
11. Pagi hari makan bawang
Terlihat ular berkelat kelit
Terlalu sering meminjam uang
Giliran dipinjam sungguh pelit
12. Hidup bahagia dengan iman
Nafsu maksiat dapat terhalang
Bagaimana bisa disebut teman
Dia menusuk dari belakang
13. Raja rela membangun satu dinasti
Jangan pernah ada yang mencelakai
Lain di mulut lain di hati
Berteman hanya bisa melukai
14. Obat tabib terkenal manjur
Kaki sakit ditutup selimut
Kusangka kamu teman yang jujur
Rupanya kamu musuh dalam selimut
15. Dahulu elok cantik gulita
Indah seperti bunga taman
Daripada kehilangan bahagia
Lebih baik aku kehilangan teman
16. Sakit gigi minum obat
Jangan buang dalam longkang
Ku sangka dia sahabat
Rupanya menusuk dari belakang
17. Pisau tajam mengenai kaki
Darah mengalir ke lantai
Lain di mulut lain di hati
Berteman hanya melukai
18. Hidup bahagia karena iman
Nafsu maksiat akan terkekang
Bagaimana disebut teman
Dia menusuk dari belakang
19. Jalan-jalan ke negeri Yaman
Keliling kota naik unta
Di depan ngakunya teman
Di belakang kita dicerita
20. Kucing anggora bulunya lebat
Sangat suka memakan donat
Aku kira orang yang hebat
Tapi rupanya hanya pengkhianat
21. Hidup bahagia dengan iman
Nafsu maksiat dapat terhalang
Bagaimana bisa disebut teman
Dia menusuk dari belakang.
22. Naik kereta berjumpa masinis
Duduk bersama dengan pianis
Dari depan terlihat manis
Dari belakang ternyata sinis.
23. Ke hutan lebat petik pepaya
Nenek ke sana pakai kebaya
Ada seseorang paling dipercaya
Ternyata aslinya sejahat buaya.
24. Melompat-lompat seekor kera
Sambil membawa sebuah bendera
Ngaku-ngakunya jadi saudara
Ternyata hanya berpura-pura.
25. Toris datang berambut pirang
Sambil membawa sebilah parang
Buat musuh yang main curang
Sangat hebat dalam mengarang.
26. Pohon kelapa tak ada ranting,
Duannya dipotong memakai gunting.
Untuk apa berdebat tak penting,
Dengan orang yang berpikiran sinting.
27. Hewan marmut terlihat imut,
Makan buah yang rasanya kecut.
Ada musuh dalam selimut,
Hanya mampu jadi pengecut.
28. Melompat-lompat seekor kera,
Sambil membawa sebuah bendera.
Ngaku-ngakunya jadi saudara,
Ternyata hanya berpura-pura.
29. Enak sekali rasa kue ketan,
Ketan berasal dari ladang selatan.
Kenapa dia mengaku teman,
Tetapi suka melakukan pengkhianatan.
30. Bunga melati baunya harum.
Tumbuhnya di atas perbukitan.
Mulut besar pandai mengaum,
Sekali disentak dia gemetaran.
31. Terkena hujan, bajunya lusuh
Dipeluk sama pengasuh
Untuk yang merasa jadi musuh
Jangan pengecut membuat rusuh.
32. Naik kereta di sopir masinis
Di perjalanan melihat gadis
Ada orang bibirnya manis
Tetapi omongnya kelewat sadis.
33. Artis idola memang tenar
Sering hadir di konser besar
Jika memang merasa benar
Beri bukti, jangan hanya koar-koar.
34. Penyu muncul tidak punya cangkang
Pergi jauh mengejar udang
Untuk yang nusuk dari belakang
Kamu itu hanyalah pecundang.
35. Banyak kecebong di pinggir jala
Ada juga anak ikan nila
Jangan sombong mempunyai harta
Bisa-bisa jatuh menderita
36. Sungguh enak kue bakpia
Dinikmati di sore hari
Bila senang sama dia
Bila susah datang ke mari
37. Ke toko bangunan beli paku
Jangan lupa membawa palu
Dulu kamu yang mutusin aku
Sekarang kamu sendiri yang malu
38. Air sumur dalam timba
Hendak dibawa ke dalam hutan
Gaya seperti harimau rimba
Rupanya hanya kucing penyakitan
39. Kebanyakan micin jadi kalut
Lempar petasan macam orang bengis
Badan licin bagaikan belut
Punya alasan tak habis-habis
40. Tahan amarah karena diolok
Yang menjahati umpama benalu
Janganlah punya muka tembok
Tak punya hati dan malu
Demikian 40 pantun menyindir musuh yang bisa digunakan untuk membuatnya auto kena mental.