Berapa Harga Hak Siar Piala Dunia 2026 yang Dibayar Oleh TVRI?

Katadata
Piala Dunia 2026
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
5/1/2026, 09.21 WIB

Piala Dunia 2026 menjadi salah satu agenda olahraga terbesar yang paling dinantikan. Turnamen sepak bola akbar ini akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di Indonesia, pertandingan Piala Dunia 2026 dapat disaksikan secara gratis. Kemudahan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Televisi Republik Indonesia sebagai pemegang Harga Hak Siar Piala Dunia 2026 untuk wilayah nasional.

TVRI Resmi Kantongi Hak Siar Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 (unsplash.com)

 

Pemerintah melalui Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) resmi memastikan Hak Siar Piala Dunia 2026 berada di tangan TVRI. Kesepakatan tersebut dicapai setelah proses negosiasi dengan FIFA.

Dengan kesepakatan ini, TVRI mengantongi hak siar penuh untuk wilayah Indonesia. Seluruh pertandingan akan disiarkan secara free to air dan dapat diakses masyarakat tanpa biaya berlangganan.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui keterangan resmi manajemen TVRI pada akhir Desember 2025.

Seluruh 104 Pertandingan Disiarkan Gratis

TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026. Penayangan tersebut juga mencakup fase penyisihan grup hingga partai final yang berlangsung selama 39 hari.

Siaran dapat diakses masyarakat melalui kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport. Penonton cukup menggunakan antena televisi biasa untuk menikmati pertandingan.

Langkah ini membuat masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, tetap dapat mengikuti ajang sepak bola dunia tersebut.

Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno menyatakan bahwa perolehan hak siar ini merupakan bagian dari mandat pelayanan publik. Penayangan Piala Dunia bertujuan menghadirkan tontonan olahraga berstandar internasional yang inklusif.

Menurut Iman, hak siar Piala Dunia 2026 diperoleh melalui proses panjang dan pertimbangan strategis. TVRI juga memastikan akses siaran merata di seluruh Indonesia.

DPR Pastikan Kontrak Sudah Ditandatangani

Kepastian kontrak Hak Siar Piala Dunia 2026 juga disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay. Ia menyebut TVRI telah menandatangani kontrak kerja sama penyiaran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian reses Komisi VII DPR RI bersama mitra kerja terkait. Meski demikian, nilai kontrak tidak diumumkan secara resmi kepada publik.

Saleh menilai keberhasilan TVRI sebagai prestasi karena tidak banyak pihak memperkirakan lembaga penyiaran publik dapat kembali menyiarkan Piala Dunia.

Uang Muka Kontrak Telah Dibayarkan

Dalam kesempatan yang sama, Saleh mengungkapkan bahwa TVRI telah mengirimkan uang muka kontrak sebesar Rp1,5 miliar. Pembayaran tersebut menjadi bagian awal dari kerja sama hak siar.

Proses lanjutan kontrak disebut masih berjalan sesuai mekanisme yang disepakati. DPR memastikan pengawasan dilakukan agar kerja sama berjalan akuntabel.

Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari peran Komisi VII dalam mengoptimalkan mitra kerja penyiaran publik.

Klaim Harga Hak Siar Piala Dunia 2026

Meski nilai kontrak resmi tidak dipublikasikan, angka Harga Hak Siar Piala Dunia 2026 sebesar Rp16 miliar mencuat ke publik. Klaim ini disampaikan Helmy Yahya dalam sebuah podcast di kanal YouTube HySport.

Helmy menyebut angka tersebut jauh lebih rendah dibanding hak siar Piala Dunia pada edisi sebelumnya.  Sebagai pembanding, hak siar Piala Dunia pada edisi-edisi sebelumnya dikenal bernilai besar. Data yang beredar di publik menunjukkan tren kenaikan harga sebelum 2026.

Beberapa perkiraan harga hak siar Piala Dunia sebelumnya dianggap lebih mahal, yaitu 2002 Korea Selatan–Jepang (5 juta dolar AS), 2006 Jerman (10 juta dolar AS) dan 2014 Brasil (60 juta dolar AS).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.