Berapa Kekuatan Nuklir China Jika Perang Dunia 3 Terjadi?

123rf
Ilsutrasi, Kekuatan Nuklir China
Penulis: Tifani
Editor: Safrezi
2/3/2026, 17.39 WIB

Israel yang didukung Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Operasi militer bertajuk Operation Lion's Roar ini menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.

Iran juga membalas dengan meluncurkan rudal ke sejumlah lokasi yang terkait operasi militer AS di kawasan, termasuk ke pangkalan udara Al Udeid di Qatar, pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Riyadh, Arab Saudi. Setelah serangan AS dan Israel ke Iran, kekhawatiran akan dimulainya Perang Dunia 3 terus meningkat.

Terlebih, Iran dilaporkan telah membuat kesepakatan dengan China untuk pembelian rudal jelajah antikapal supersonik. Sebelumnya, China secara aktif membantu Iran dengan memasok senjata dengan teknologi canggih.

Lantas, jika perang dunia 3 atau world war 3 dan China terlibat, seberapa banyak kekuatan nuklir China?

Kekuatan Nuklir China

Persebaran Senjata Nuklir (Arms Control Association)

Information Technology & Innovation Foundation (ITIF) dalam laporannya menyebut China menjadi salah satu negara yang terdepan dalam kekuatan energi nuklir. Perusahaan atau pengembang nuklir China bahkan dinilai jauh lebih maju dibandingkan negara-negara Barat.

Kekuatan China itu dipercaya diperoleh dari strategi dan koordinasi pemerintah yang solid dalam menyediakan pembiayaan ekstensif dan koordinasi sistemik. Ada beberapa hal yang menjadi kekuatan baru China dibanding negara lain yang disorot dalam laporan per Juni 2024.

  • China memimpin dalam pengembangan dan peluncuran reaktor modular kecil (SMR) yang hemat biaya.
    Secara keseluruhan, para analis menilai, China kemungkinan berada 10 hingga 15 tahun lebih maju dibandingkan Amerika Serikat dalam kemampuannya mengerahkan reaktor nuklir generasi keempat dalam skala besar.
  • Para analis menilai bahwa Amerika dan China kemungkinan besar setara dalam hal upaya mengembangkan teknologi fusi nuklir.
  • Berdasarkan publikasi ilmiah mengenai energi nuklir, China menempati peringkat pertama dalam indeks H. Sebuah metrik yang umum digunakan untuk mengukur dampak ilmiah dari
  • China berencana membangun 150 reaktor nuklir baru antara tahun 2020 dan 2035, dengan 27 diantaranya sedang dibangun dan rata-rata jangka waktu konstruksi untuk setiap reaktor adalah sekitar tujuh tahun, jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan negara lain.
  • China telah memulai pengoperasian reaktor nuklir generasi keempat pertama di dunia. China juga menyatakan bahwa mereka telah mengembangkan sekitar 90 persen teknologinya.
  • Dari tahun 2008 hingga 2023, pangsa China atas seluruh paten nuklir meningkat dari 1,3 persen menjadi 13,4 persen. China pun memimpin dalam jumlah permohonan paten fusi nuklir.

Tak jauh berbeda, laporan tahunan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) juga menyatakan, China mengembangkan kekuatan nuklirnya lebih cepat dibandingkan negara lain. Menurut laporan itu, China menambahkan 90 hulu ledak lagi ke dalam persediaan nuklirnya, sehingga totalnya mencapai 500 hulu ledak pada Januari tahun ini.

Jumlah total ICBM yang saat ini dimiliki China disebut telah berjumlah sekitar 238. Jumlah ini dapat melampaui kepemilikan AS yang berjumlah 800 atau bahkan Rusia yang berjumlah 1.244 dalam 10 tahun ke depan.

Laporan itu mengatakan, China sedang membangun sekitar 350 silo baru untuk rudal balistik berbasis darat.

Daftar Senjata Nuklir China

China memulai program senjata nuklir sejak 1950-an dengan bantuan signifikan dari Uni Soviet, seperti penasihat dan peralatan teknis. Namun negara yang dipimpin Xi Jinping mempertahankan kebijakan No First Use, di mana mereka tidak akan menjadi pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir dalam suatu konflik.

Senjata nuklir hanya akan digunakan sebagai pembalasan atas serangan nuklir terhadap wilayah atau personel militer China. Sebelumnya, China juga telah berkomitmen untuk tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara-negara non-nuklir atau berada di zona bebas nuklir.

Meski begitu, departemen Pertahanan AS menaksir bahwa China saat ini memiliki persediaan lebih dari 400 hulu ledak nuklir. China dapat mengirimkan senjata-senjata itu melalui udara, laut, maupun darat.

Jumlah hulu ledak yang China miliki diperkirakan mencapai 700 buah pada 2027, 1.000 buah pada 2030, dan 1.500 buah pada 2035. Tentara Cina didukung oleh komponen nuklir berbasis udara melalui pesawat pengebom H-6N.

Pengebom itu memiliki mekanisme pengisian bahan bakar udara-ke-udara untuk memperluas jangkauan hingga 1.800 kilometer. Modifikasi badan pesawat tersembunyi memungkinkan pengangkutan rudal nuklir yang diluncurkan dari udara.

China juga diperkirakan akan mengembangkan pengebom strategis baru dan rudal balistik yang diluncurkan dari udara, salah satunya kendaraan nuklir subsonik Xian H-20 yang dapat mulai beroperasi pada awal 2025. Pesawat itu akan sangat mirip dengan B-2 milik AS dengan jangkauan global lebih dari 10.000 kilometer serta kemampuan pengisian bahan bakar udara.

China melakukan patroli pencegahan di laut dengan enam kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir. Masing-masing dapat membawa hingga 12 rudal balistik JL-2 dan JL-3.

Keterbatasan jangkauan JL-2 akan mengharuskan tentara Cina beroperasi di dekat Hawai untuk menargetkan pantai timur AS, sementara JL-3 mampu mencapai pantai timur tersebut hanya dari pesisir Cina. Kapal selam rudal balistik tipe 096 saat ini juga sedang dikembangkan.

China diperkirakan memiliki sekitar 300 rudal darat berkemampuan nuklir yang dapat meluncurkan sebanyak 400 hulu ledak. Beberapa di antaranya adalah DF-5A dan DF-5B berbasis silo serta rudal kelas DF-31 dan DF-41 yang lebih modern.

China membangun unit nuklir tambahan dan meningkatkan jumlah peluncur rudal balistik antarbenua dari 6 menjadi 12 unit. Rudal kelas DF-5 memiliki jangkauan 13.000 kilometer, sedangkan roket DF-31 dan DF-41 berkisar antara 7.000 hingga 15.000 kilometer.

Itulah ulasan singkat kekuatan nuklir China apabila perang dunia 3 atau world war 3 meletus.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.