Pemerintah Indonesia dan Brasil telah menyepakati kerja sama di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), salah satunya adalah pengembangan nuklir.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar India untuk meningkatkan kapasitas tenaga nuklir hingga 100 gigawatt (GW) pada tahun 2047, naik signifikan dari 8,88 GW saat ini.
Trump tiba di Inggris untuk kunjungan dua hari pada hari Selasa (16/9), di mana ia dan Perdana Menteri Keir Starmer akan mengumumkan kerja sama tenaga nuklir.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan Indonesia berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dengan total kapasitas mencapai 7 giga watt (GW).
Pantai-pantai di sekitar Gravelines, Prancis telah mengalami peningkatan populasi ubur-ubur dalam beberapa tahun terakhir akibat pemanasan air laut dan introduksi spesies invasif.
Afrika Selatan menganggap tenaga nuklir sebagai bagian kritis dari bauran energi dasar negara tersebut saat beralih dari pembangkit listrik berbahan bakar batu bara.
Pemerintahan Trump meminta NASA segera menempatkan reaktor nuklir di Bulan. AS ingin menjadi negara pertama yang melakukannya, ketika Rusia dan Cina bekerja sama untuk menerapkan hal yang sama.
Energi nuklir memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong Indonesia menuju masa depan nol bersih sekaligus menyediakan sumber energi yang andal dan berkelanjutan bagi negara ini.
Survei Asosiasi Industri Fusi yang berbasis di Washington, Amerika Serikat menyebut total pendanaan sejak 2021 untuk 53 perusahaan fusi hampir mencapai US$ 9,77 miliar (Rp 159,28 triliun).
Kadin Indonesia juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penjajakan untuk menjalin kerja sama pembangunan PLTN dengan Kanada dan Korea Selatan.
Kadin Indonesia melalui Aryo Djojohadikusumo, merekomendasikan kerja sama pengembangan nuklir sebagai sumber energi lebih aman bersama Korea dan Kanada, ditengah kebijakan tarif dari AS.