FIFA Buka Peluang Naikkan Hadiah Piala Dunia 2026
Federasi Sepak Bola Internasional atau FIFA membuka peluang menaikkan hadiah uang Piala Dunia 2026. Wacana ini muncul menyusul adanya permintaan dari asosiasi tim sepak bola Eropa terkait tingginya biaya partisipasi.
Badan sepak bola dunia itu menyatakan tengah berdiskusi dengan berbagai asosiasi nasional untuk meningkatkan kontribusi finansial bagi 48 tim peserta. Keputusan final rencananya akan dibahas dalam rapat Dewan FIFA, hari ini Selasa (29/4), menjelang Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, Kanada.
“FIFA dapat mengonfirmasi bahwa kami sedang berdiskusi dengan berbagai asosiasi di seluruh dunia untuk meningkatkan pendapatan yang tersedia,” kata juru bicara FIFA, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (28/4).
Sebelumnya, FIFA telah menetapkan total hadiah Piala Dunia sebesar US$ 727 juta pada Desember lalu. Dari jumlah itu, juara akan mengantongi US$ 50 juta, sedangkan setiap tim minimal menerima US$ 10,5 juta.
Namun, UEFA menyampaikan keberatan setelah mendapat masukan dari anggotanya. Biaya perjalanan, operasional, hingga pajak, terutama di tuan rumah Amerika Serikat dinilai cukup membebani peserta. Selain AS, Kanada dan Meksiko juga menjadi tuan rumah bersama.
FIFA menegaskan, peningkatan hadiah menjadi opsi realistis seiring proyeksi pendapatan yang menembus US$ 11 miliar sepanjang siklus 2023–2026. Dari paket awal pendanaan, sekitar US$ 655 juta dialokasikan sebagai pembayaran berbasis performa kepada 48 tim.
Selain itu, setiap negara peserta juga akan menerima dana persiapan sebesar US$ 1,5 juta.
Dalam laporan tahunannya, FIFA menyebut 93% pendapatan yang ditargetkan hingga 2025 telah diamankan. Salah satunya ditopang kesuksesan Piala Dunia Antarklub perdana di Amerika Serikat.
Adapun Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di tiga negara tuan rumah, yakni AS, Kanada, dan Meksiko.