Bila dulunya Ipod ditinggalkan penggunanya karena dianggap membosankan dan minim fitur, sekarang tidak lagi. Ipod justru trend lagi saat ini di kalangan Gen Z karena dianggap mampu menawarkan kesederhanaan yang selama ini hilang di era internet. Tren Ipod ini mulai merebak di berbagai kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bandar Lampung, serta terlihat dari meningkatnya pencarian dan transaksi di platform jual beli daring seperti eBay dan Facebook Marketplace.
Kembalinya iPod menjadi menarik karena terjadi di tengah dominasi layanan musik berbasis streaming seperti Spotify. Alih-alih menggunakan perangkat modern yang terhubung internet, sebagian pengguna justru memilih perangkat sederhana yang hanya berfungsi untuk memutar musik.
Apa Itu iPod?
iPod adalah perangkat pemutar musik digital yang diperkenalkan oleh Apple Inc. pada 2001. Perangkat ini menjadi trendsetter pada masanya karena menjadi yang pertama memperkenalkan cara menyimpan ribuan lagu dalam satu perangkat portabel genggam, menggantikan media fisik seperti CD.
Selama sekitar 21 tahun, Apple merilis berbagai varian iPod yang terus berkembang dari sisi desain dan fitur. Mulai dari iPod Classic dengan kapasitas besar, iPod Nano yang ringkas, iPod Shuffle yang minimalis tanpa layar, hingga iPod Touch yang memiliki layar sentuh menyerupai smartphone.
Meski iPod Touch memiliki fitur lebih canggih, esensi iPod tetaplah sama, yakni sebagai perangkat yang berfokus pada pemutaran musik. Apple menghentikan produksi iPod pada 2022, menandai berakhirnya perjalanan produk tersebut setelah mencatatkan penjualan sekitar 450 juta unit secara global.
Mengapa Ipod 2026 Kembali Populer?
Kebangkitan Ipod di tahun 2026 tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu oleh perubahan perilaku pengguna, khususnya di kalangan Gen Z.
Di tengah dunia yang selalu terhubung dengan internet, muncul kejenuhan terhadap perangkat multifungsi seperti smartphone. Banyak pengguna merasa pengalaman mendengarkan musik menjadi terganggu oleh notifikasi, pesan, maupun aktivitas aplikasi lain.
Hadirnya iPod menawarkan pengalaman yang berbeda. Perangkat ini memungkinkan pengguna menikmati musik tanpa notifikasi yang mengganggu, tanpa akses media sosial, serta tanpa iklan yang kerap muncul di layanan streaming. Selain itu, iPod tidak menggunakan algoritma dalam pemilihan lagu sehingga pengguna memiliki kontrol penuh terhadap apa yang ingin didengarkan.
Keunggulan lain yang membuat iPod kembali diminati adalah kemampuannya memutar musik secara offline. Lagu dapat disimpan langsung di perangkat sehingga tidak bergantung pada koneksi internet seperti platform streaming musik lainnya.
Bagi sebagian pengguna muda, kondisi tersebut memberikan rasa “tenang” yang sulit ditemukan pada perangkat modern. Mendengarkan musik terasa nyaman dan lebih “intim”, tanpa gangguan yang berarti dan membuat pikiran lebih fokus tanpa gangguan iklan dan notifikasi.
Di beberapa sekolah, larangan penggunaan smartphone diberlakukan karena dianggap mengganggu konsentrasi belajar siswa. Akibatnya, pelajar mencari solusi alternatif dengan membawa iPod di sekolah. Perangkat ini memungkinkan siswa mendengarkan musik tanpa melanggar aturan karena tidak adanya akses internet maupun media sosial.
Permintaan Terhadap Ipod Meningkat Tajam
Meningkatnya minat terhadap Ipod berdampak langsung pada pasar perangkat bekas. Karena tidak lagi diproduksi sejak 2022, ketersediaan iPod menjadi terbatas sementara permintaan terus meningkat.
Data dari berbagai laporan menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam pencarian dan penjualan iPod di platform daring. Pencarian untuk iPod Classic meningkat sekitar 25% selama periode Januari hingga Oktober 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, iPod Nano mengalami kenaikan pencarian sekitar 20%.
Secara keseluruhan, pencarian iPod dilaporkan meningkat sekitar 8% dibandingkan 2024. Tidak hanya itu, jumlah listing penjualan juga naik hingga 30%, menunjukkan semakin banyak penjual yang memanfaatkan tren ini.
Dampaknya, harga iPod bekas mengalami kenaikan signifikan. Beberapa laporan menyebutkan kenaikan harga hingga 60% dibandingkan 2023. Bahkan, model tertentu dengan kondisi baik atau edisi langka dapat mencapai harga lebih dari USD 600 di pasar internasional.
Melihat kenaikan penjualan iPod saat ini, bisa disimpulkan bahwa ada perubahan dalam cara masyarakat memandang teknologi.
Bagi sebagian pengguna, terutama Gen Z, iPod menjadi alat untuk mengurangi ketergantungan pada smartphone dan menikmati musik dengan lebih fokus. Pengalaman ini dinilai lebih personal karena tidak dipengaruhi oleh algoritma, iklan, maupun distraksi digital lainnya.
Selain itu, iPod juga menawarkan nilai emosional dan estetika. Desainnya yang sederhana dan khas membuat perangkat ini berbeda dari gadget modern yang cenderung seragam.
Tokoh di balik pengembangan iPod, Tony Fadell, bahkan menilai bahwa perangkat seperti iPod masih relevan di masa kini. Ia menyebut adanya peluang bagi Apple untuk menghadirkan kembali konsep iPod dalam versi modern, seiring meningkatnya minat terhadap perangkat tanpa distraksi.