2 Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2026 untuk Meningkatkan Ketaqwaan

Freepiik.com
Teks Khutbah Idul Adha 2026
Penulis: Anggi Mardiana
Editor: Safrezi
25/5/2026, 16.47 WIB

Ada banyak contoh teks khutbah Idul Adha 2026 yang dapat dijadikan sebagai referensi. Momentum Hari Raya Idul Adha bukan hanya identik dengan ibadah kurban, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Setiap tahunnya, lantunan takbir pada Hari Raya Idul Adha selalu menghadirkan suasana haru dan kebahagiaan di hati umat Islam, baik bagi mereka yang sedang menunaikan ibadah haji maupun yang merayakannya di tanah air. Selain menjadi momen pelaksanaan ibadah kurban, mendengarkan khutbah Idul Adha setelah sholat Id juga menjadi bagian penting yang melengkapi kesempurnaan ibadah pada hari raya tersebut.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama, dan hasil sidang isbat penetapan 1 Dzulhijjah 1447 H, Hari Raya Idul Adha 2026 diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026. Bagi yang mendapat amanah sebagai khatib maupun ingin memperdalam makna Hari Raya Idul Adha di rumah, tersedia contoh teks khutbah Idul Adha 2026 yang singkat, padat, namun tetap sarat makna dan mampu menyentuh hati.

Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2026

Teks Khutbah Idul Adha 2026 (Freepik)

Khutbah Hari Raya Idul Adha biasanya membahas tentang meningkatkan ketaqwaan dan semangat berbagi kepada sesama. Berikut contoh teks khutbah Idul Adha 2026:

Contoh Teks Khutbah Idul Adha 1

Pentingnya Memperkuat Solidaritas Melalui Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ الْأَضْحَى عِيدًا لِلْمُؤْمِنِينَ، وَمَوْسِمًا لِلْبِرِّ وَالتَّرَاحُمِ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا النَّجَاةَ يَوْمَ الدِّينِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dirahmati Allah SWT,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam, atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya. Berkat rahmat-Nya, kita masih diberikan kesehatan, kekuatan, serta umur panjang sehingga dapat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha pada pagi hari yang penuh kemuliaan ini.

Salah satu bentuk nyata dalam meningkatkan iman dan takwa pada momentum Hari Raya Idul Adha yaitu dengan mempererat solidaritas melalui semangat berbagi kepada sesama. Nilai berbagi di Hari Raya Idul Adha sejatinya telah diajarkan langsung oleh Allah SWT melalui Al-Qur’an.

Pada momen yang penuh berkah ini, umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban, serta membagikan sebagian dagingnya kepada orang-orang yang membutuhkan. Dari ajaran tersebut, kita memahami bahwa Idul Adha bukan sekadar tentang pelaksanaan ibadah kurban semata, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi terhadap sesama manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya, “Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya. Maka, sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya, sedangkan unta itu) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Lalu, apabila telah rebah (mati), makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkannya (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Hajj: 36).

Karena itu, ibadah kurban termasuk amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi umat Islam yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya, baik bagi mereka yang tinggal di kota, di desa, maupun ketika sedang dalam perjalanan.

Penjelasan mengenai hal tersebut juga disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarhil Muhadzdzab, jilid VIII halaman 383, sebagai berikut:

الْأُضْحِيَّةُ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ عَلَى كُلِّ مَنْ قَدَرَ عَلَيْهَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ، مِنْ أَهْلِ الْأَمْصَارِ وَالْقُرَى وَالْمُسَافِرِينَ

Artinya, “Berkurban hukumnya sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya, baik yang tinggal di perkotaan, pedesaan, maupun yang sedang dalam perjalanan.”

Ketika Allah SWT telah melimpahkan rezeki yang lebih kepada kita, jangan sampai kesempatan untuk berkurban disia-siakan begitu saja. Pada hakikatnya, ibadah kurban merupakan salah satu bentuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara yang membutuhkan. Melalui kurban, kita dapat meningkatkan rasa kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sehingga suasana Hari Raya Idul Adha dapat dirasakan oleh semua kalangan.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha Rahimakumullah,

Meski demikian, kita juga harus menyadari bahwa tidak setiap orang memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah kurban. Karena itu, jangan sampai seseorang merasa tidak bisa ikut berbagi pada momentum Hari Raya Idul Adha hanya karena belum mampu berkurban. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa berbagi tidak selalu harus dalam jumlah besar atau bentuk yang mewah.

Dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya agar tetap berusaha membantu dan menyenangkan orang lain sesuai kemampuan yang dimiliki, meski hanya dengan memberikan sebutir kurma. Bahkan jika belum mampu juga, maka cukup dengan menyampaikan perkataan yang baik. Rasulullah SAW bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Artinya, “Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan (bersedekah) sepotong kurma. Jika tidak mampu, maka dengan perkataan yang baik.” (HR. Bukhari & Muslim).

Marilah kita menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian dan berbagi kepada sesama, terutama kepada kaum fakir, miskin, anak yatim, serta mereka yang membutuhkan bantuan dan perhatian. Laksanakanlah sesuai dengan kemampuan yang Allah SWT berikan kepada kita. Apabila diberi kelapangan rezeki dan mampu berkurban, maka tunaikanlah ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian sosial.

Namun apabila belum memiliki kemampuan untuk berkurban, tetaplah bersemangat dalam berbagi melalui sedekah, baik berupa makanan, pakaian, uang, maupun ucapan yang dapat menyenangkan hati saudara-saudara kita. Dengan cara tersebut, kita tetap memiliki peran besar dalam menebarkan kebahagiaan dan semangat berbagi pada Hari Raya Idul Adha.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Idul Adha yang Dimuliakan Allah,

Demikian khutbah singkat mengenai pentingnya memperkuat solidaritas melalui semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha. Semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba yang senang berbagi, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta selalu menjaga persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari, Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَالْمَقْبُوْلِيْنَ كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2

Menumbuhkan Kepedulian dan Keikhlasan di Hari Raya Idul Adha

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, walillahil hamd.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga pada pagi hari yang penuh berkah ini kita dapat melaksanakan shalat Idul Adha bersama-sama.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Jamaah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Idul Adha mengajarkan kita untuk meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang begitu taat kepada perintah Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Ibadah kurban juga mengajarkan pentingnya berbagi kepada sesama. Daging kurban yang dibagikan kepada fakir miskin menjadi simbol kepedulian sosial agar kebahagiaan hari raya dapat dirasakan oleh semua orang.

Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ

Artinya: “Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.

Melalui ayat ini, kita diajarkan bahwa inti dari ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan menghadirkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Jamaah Idul Adha yang Berbahagia,

Pada momentum yang penuh berkah ini, marilah kita memperkuat rasa persaudaraan, saling membantu, dan peduli terhadap mereka yang sedang kesulitan. Apabila kita diberi kemampuan untuk berkurban, maka tunaikanlah dengan penuh keikhlasan. Namun jika belum mampu, tetaplah berbagi melalui sedekah, bantuan, maupun ucapan yang baik.

Rasulullah SAW bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
Artinya: Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah sepotong kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan akan bernilai besar di sisi Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Semoga Hari Raya Idul Adha tahun ini menjadikan kita pribadi yang lebih ikhlas, lebih peduli, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan melimpahkan keberkahan kepada keluarga serta kehidupan kita semua.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh teks khutbah Idul Adha 2026 dapat menjadi referensi bagi khatib dalam menyampaikan pesan keislaman yang penuh makna kepada jamaah. Melalui khutbah Idul Adha, umat Islam diajak untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS, meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperkuat kepedulian sosial melalui semangat berbagi dan berkurban.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.