Perbandingan Gaji Guru Indonesia dengan Negara ASEAN: Apakah Bedanya Jauh?

pexels.com
gaji guru indonesia
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
17/6/2026, 13.05 WIB

Kualitas sistem pendidikan di suatu negara sering kali berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan para tenaga pendidiknya. Sebagai pilar utama dalam mencetak generasi masa depan, profesi pendidik memikul tanggung jawab besar dalam mentransfer ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter bangsa. 

Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya jurang pemisah yang cukup lebar terkait kebijakan pengupahan profesi ini di berbagai yurisdiksi Asia Tenggara. Isu mengenai gaji guru Indonesia selalu menjadi topik hangat dalam perdebatan kebijakan publik, terutama ketika dikaitkan dengan pemenuhan standar hidup layak dan alokasi anggaran fungsi pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sri Mulyani Indrawati, saat menjabat sebagai menteri keuangan sebelum Purbaya, sempat memproyeksikan anggaran pendidikan untuk guru, dosen, dan tenaga pendidik naik menjadi Rp 274,7 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Angka alokasi terbaru ini melonjak tajam dibandingkan dengan nilai yang disampaikan saat Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 pada Jumat (15/8/2025) lalu, yang kala itu hanya dipaparkan sebesar Rp 178,7 triliun.

Lantas, apakah ada dampaknya untuk kenaikan gaji guru dan tenaga pendidik? Bagaimana perbandingan gaji guru Indonesia dengan guru di negara ASEAN lainnya?

Perbandingan Gaji Guru di Indonesia dengan Wilayah ASEAN Lainnya

Setiap pemerintahan di kawasan regional memiliki standar pengupahan yang sangat variatif, di mana tolok ukur pendapatan bulanan sangat dipengaruhi oleh faktor pengalaman kerja, kualifikasi akademik, lokasi geografis sekolah, hingga jenis institusi tempat mengajar. 

Berdasarkan pemetaan wilayah data lowongan kerja Jobstreet pada Agustus 2025 serta kompilasi data otoritas keuangan regional, pendapatan tenaga pendidik profesional diklasifikasikan ke dalam rincian angka sebagai berikut:

  • Singapura: Menempati posisi teratas di mana guru di wilayah Serangoon menerima pendapatan bulanan terkecil sekitar Rp 35 juta hingga Rp 43 juta (3.650 dollar Singapura). Sementara itu, guru di wilayah elite Bukit Timah mengantongi upah tertinggi dengan rata-rata mencapai 5.250 dollar Singapura atau setara Rp 66,3 juta per bulan.

  • Brunei Darussalam: Tenaga pendidik di sekolah milik pemerintah mendapatkan upah berkisar Rp 31,6 juta hingga Rp 50,6 juta. Untuk institusi swasta, kompensasi berada di rentang BND 2.000 - BND 3.500 (sekitar Rp 25,3 juta - Rp 44,3 juta), sedangkan guru di sekolah internasional memegang kasta tertinggi dengan pendapatan mencapai BND 3.500 - BND 6.000 atau setara Rp 44,3 juta - Rp 75,9 juta per bulan.

  • Malaysia: Wilayah Perak Tengah District mencatatkan rata-rata upah terendah yakni RM 2.749 (Rp 10,5 juta), sedangkan Muar District menjadi yang tertinggi dengan torehan RM 6.680 atau setara Rp 25 juta per bulan. Berdasarkan jenis profesi, posisi guru taman kanak-kanak (kindergarten teacher) menduduki posisi terbawah dengan rata-rata RM 2.300.

  • Thailand: Upah bulanan secara umum bergerak di angka 21.000 hingga 34.000 baht (setara Rp 9,2 juta hingga Rp 14,9 juta), di mana guru yang beroperasi di ibu kota Bangkok mengantongi pendapatan rata-rata sebesar 26.500 baht atau berkisar Rp 12,6 juta.

  • Myanmar: Pada sektor sekolah negeri, pendapatan pengajar berada pada kisaran terendah yaitu antara MMK 1.470.000 - MMK 2.100.000 atau setara Rp 11,4 juta - Rp 16,3 juta per bulan. Namun, upah di kota besar seperti Yangon serta institusi internasional tercatat jauh lebih tinggi.

  • Filipina: Standar pendapatan bagi tenaga pendidik di sekolah umum memiliki rentang yang relatif ketat, dengan batas terendah rata-rata berada pada kisaran 28.500 peso (Rp 8,1 juta) dan batas tertinggi mencapai 29.797 peso atau setara Rp 8,5 juta per bulan.

Potret Nyata Ketimpangan Gaji Guru di Indonesia

Melihat perbandingan indikator keuangan di atas, dapat dikatakan bahwa nilai akumulasi gaji guru Indonesia secara umum menempati posisi yang paling rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga yang disebutkan sebelumnya. 

Berdasarkan basis data pengupahan nasional, rata-rata gaji bulanan guru secara umum di Indonesia berada pada rentang antara Rp 3.890.000 hingga Rp 5.500.000. Angka ini memiliki deviasi yang cukup lebar di setiap daerah, di mana wilayah kota-kota metropolitan seperti Jakarta dan Bali cenderung mencatatkan nilai kompensasi yang jauh lebih tinggi.

Meskipun secara regulasi formal guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapatkan gaji pokok beserta tunjangan profesi, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan nasib jutaan pengajar non-aparatur atau honorer. 

Guru Non-ASN dan Honorer umumnya menjadi kelompok pekerja paling rentan di mana banyak guru yang justru dibayar dengan upah di bawah standar Upah Minimum Regional (UMR). Laporan dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkonfirmasi masih banyak guru honorer di daerah yang hanya digaji ratusan ribu rupiah per bulan, yang artinya tidak sampai menyentuh nominal Rp 1 juta.

Rendahnya rata-rata akumulasi pendapatan tahunan ini membawa dampak berantai terhadap iklim instruksional di dalam ruang kelas. Masalah keterbatasan finansial memaksa sebagian besar tenaga pendidik untuk mencari pendapatan tambahan di luar jam sekolah demi mencukupi kebutuhan pokok keluarga. 

Fenomena ini secara langsung mengikis waktu produktif yang seharusnya dialokasikan untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (lesson plan), melakukan evaluasi belajar siswa, maupun mengikuti program pelatihan peningkatan kompetensi (professional development).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.