4 Tim Negara ini Harus Rela Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Siapa Mereka?
Kompetisi sepak bola paling bergengsi di planet bumi, Piala Dunia 2026, kini tengah berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan penuh kejutan di setiap pertandingannya. Namun, bagi sebagian kontestan, impian untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini harus kandas lebih cepat akibat gagal mengantisipasi intensitas permainan lawan. Sebanyak empat tim telah memastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026 meski fase grup baru melakoni dua pertandingan hingga Selasa (23/6).
Gugurnya keempat kontestan ini dipicu oleh kegagalan total dalam mengamankan poin pada dua laga awal, sehingga secara matematis posisi mereka terkunci di dasar klasemen. Kondisi ini membuat persaingan di sisa matchday kedua menjadi semakin krusial bagi tim-tim lain yang berada di ujung tanduk. Di sisa laga ini, tim-tim seperti Kroasia, Uzbekistan, dan Panama juga berpotensi angkat koper jika mereka menelan kekalahan pada pertandingan berikutnya.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai performa dan dinamika kompetisi dari 4 Tim Negara yang harus rela tersingkir dari Piala Dunia 2026 yang berasal dari empat konfederasi berbeda.
Yordania: Kekalahan Dramatis Wakil Asia di Grup J
Yordania menjadi tim nasional teranyar yang harus mengepak koper lebih awal dari turnamen akbar tahun ini. Wakil dari konfederasi sepak bola Asia atau Asian Football Confederation (AFC) ini sebenarnya datang dengan motivasi tinggi, tetapi performa di atas lapangan hijau berkata lain. Persaingan ketat di Grup J terbukti terlalu berat bagi skuad mereka setelah gagal mengantisipasi strategi lawan-lawannya secara efektif.
Kepastian tersingkirnya Yordania terjadi setelah mereka menelan kekalahan tipis 1-2 dari Aljazair dalam laga kedua yang berlangsung sengit pada Selasa (23/6). Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Yordania, karena pada matchday pertama Grup J, mereka telah kalah 1-3 dari Austria.
Dua kekalahan itu membuat kans Yordania melangkah ke babak 32 besar habis tak tersisa akibat menderita defisit gol dan nirpoin. Di partai pamungkas Grup J, Yordania harus berhadapan dengan juara bertahan Argentina, yang mana hasil apapun kontra Argentina tidak akan mempengaruhi nasib mereka di Piala Dunia 2026.
Tunisia: Kegagalan Total Wakil Afrika di Grup F
Nasib serupa juga menimpa Tunisia yang menjadi representasi dari sepak bola benua Afrika di bawah naungan Confederation of African Football (CAF). Berada di Grup F yang dihuni oleh tim-tim dengan kolektivitas tinggi, Tunisia diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit. Kendati demikian, lemahnya koordinasi lini pertahanan membuat mereka menjadi bulan-bulanan tim lawan dalam dua pertandingan awal yang melelahkan.
Perjalanan Tunisia di kompetisi ini berakhir tragis setelah mereka takluk dua kali beruntun dari dua laga fase Grup F. Pada pertandingan pembuka, Tunisia dipaksa mengakui keunggulan Swedia dengan kekalahan telak skor 1-5. Alih-alih bangkit pada pertandingan kedua, performa tim justru semakin merosot ketika berhadapan dengan wakil Asia. Tunisia kembali menelan pil pahit setelah digilas oleh Jepang tanpa balas dengan skor mencolok 0-4. Dua hasil buruk ini menempatkan mereka di posisi bawah klasmen tanpa satu pun poin.
Turki: Performa Mengecewakan Negara Kuat Eropa di Grup D
Kejutan besar lainnya datang dari kawasan Eropa atau Union of European Football Associations (UEFA) dengan tersingkirnya Turki. Sebagai tim yang kerap kali menyulitkan negara-negara raksasa sepak bola, kegagalan Turki di fase grup kali ini tergolong di luar dugaan banyak pengamat olahraga. Terjebak di Grup D yang kompetitif, taktik yang diterapkan oleh tim kepelatihan gagal meredam agresivitas tim-tim lawan.
Langkah Turki dipastikan terhenti setelah mereka mengalami dua kekalahan beruntun dari lawan-lawannya di Grup D. Pada pertandingan pertama, Turki harus mengakui keunggulan kolektif dari Australia. Harapan untuk menjaga asa lolos sebenarnya sempat diusung pada pertandingan kedua, namun mereka kembali dipaksa menyerah oleh ketangguhan tim asal Amerika Selatan, Paraguay. Kegagalan memetik poin dalam dua laga awal ini memaksa Turki menjadi salah satu tim benua biru yang gugur paling awal.
Haiti: Ketidakberdayaan Skuad Karibia Menghadapi Raksasa Dunia
Haiti menjadi tim pertama dari konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia atau Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (CONCACAF) yang harus mengakhiri perjalanannya di turnamen ini. Sejak pengundian grup dilakukan, Haiti memang sudah diprediksi akan menghadapi jalan terjal karena berada di grup yang dihuni oleh kekuatan-kekuatan sepak bola dunia dengan sejarah panjang.
Ketidakberdayaan Haiti terlihat jelas ketika mereka harus bertanding melawan tim-tim tangguh di grupnya. Perbedaan kualitas individu serta kedalaman skuad membuat Haiti tidak berkutik setelah tumbang kontra Skotlandia dan Brasil. Dengan hasil negatif ini, Haiti menjadi bagian dari daftar empat tim dari empat konfederasi berbeda, CONCACAF, UEFA, CAF, dan AFC yang sudah dipastikan angkat koper dari ketatnya persaingan Piala Dunia 2026.