Haaland Sumbang Buku Rp 2,4 M untuk Perpustakaan Byrne, Isinya Sejarah Viking

DetikSport
Haaland Sumbang Buku
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
10/7/2026, 13.48 WIB

Erling Haaland kembali menjadi perhatian dunia, kali ini bukan karena torehan gol atau penampilannya bersama tim nasional Norwegia. Penyerang berusia 25 tahun itu memilih berkontribusi pada pelestarian sejarah dengan membeli sebuah buku langka bertema Viking senilai sekitar 100.000 poundsterling atau sekitar Rp2,4 miliar, kemudian menyumbangkannya kepada Perpustakaan Byrne, kota tempat ia dibesarkan.

Aksi tersebut dilakukan di tengah performa impresif Haaland bersama tim nasional Norwegia pada Piala Dunia 2026. Hingga babak perempat final, ia telah mencetak tujuh gol dan turut membawa Norwegia mencatat pencapaian terbaiknya dalam beberapa dekade terakhir. Namun, di luar lapangan, perhatian Haaland justru tertuju pada upaya menjaga warisan budaya negaranya agar tetap dapat dipelajari masyarakat.

Keputusan Haaland sumbang buku mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai membuka akses publik terhadap salah satu manuskrip sejarah paling penting mengenai bangsa Viking. Buku tersebut tidak disimpan sebagai koleksi pribadi, melainkan ditempatkan di perpustakaan agar dapat dimanfaatkan oleh pelajar, peneliti, maupun masyarakat umum.

Haaland Sumbang Buku Langka untuk Masyarakat Byrne

Inisiatif Haaland sumbang buku bermula pada akhir 2025 ketika sebuah manuskrip sejarah Viking yang sangat langka tersedia untuk dibeli. Haaland memutuskan menggunakan dana pribadinya untuk memperoleh buku tersebut sebelum akhirnya menyerahkannya kepada Perpustakaan Byrne.

Bryne memiliki arti khusus dalam perjalanan hidup Haaland. Kota kecil di wilayah Rogaland itu merupakan tempat ia menghabiskan masa kecil dan mulai mengenal sepak bola sebelum berkembang menjadi salah satu penyerang terbaik dunia.

Buku yang dibeli Haaland merupakan cetakan tahun 1594 dari karya yang ditulis pada abad ke-13 oleh Snorri Sturluson. Manuskrip tersebut dikenal sebagai salah satu sumber sejarah paling penting mengenai kerajaan-kerajaan Norwegia dan kehidupan bangsa Viking. Salinan yang dibeli Haaland disebut sebagai satu-satunya eksemplar yang masih bertahan hingga sekarang.

Alih-alih menyimpannya sebagai koleksi pribadi, Haaland memilih menyumbangkan buku tersebut agar dapat dipelajari masyarakat. Menurutnya, buku memiliki kemampuan membuka wawasan dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk bermimpi serta menemukan jalan hidup masing-masing.

Ia juga berharap masyarakat Byrne dan wilayah Jæren dapat mengenal lebih dekat sejarah daerah asal mereka melalui manuskrip tersebut. Bagi Haaland, kesempatan yang diperolehnya melalui sepak bola dapat digunakan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Pihak Perpustakaan Byrne menyatakan buku tersebut akan menjadi koleksi khusus yang disimpan dengan standar konservasi tinggi. Masyarakat tetap dapat mengaksesnya sesuai prosedur agar kondisi manuskrip yang telah berusia ratusan tahun tetap terjaga.

Apa Isi Buku Sejarah Viking yang Dibeli Haaland?

Manuskrip yang dibeli Haaland memuat berbagai kisah mengenai kehidupan masyarakat Skandinavia pada Abad Pertengahan. Isinya mencakup perjalanan para raja Norwegia, keluarga kerajaan, petani, prajurit, hingga berbagai peristiwa yang membentuk perkembangan kerajaan di kawasan tersebut.

Buku tersebut juga menjelaskan tradisi pelayaran bangsa Viking yang menggunakan kapal longship untuk menjelajahi berbagai wilayah Eropa. Kapal-kapal panjang itu menjadi sarana utama perdagangan, ekspedisi, dan perjalanan lintas laut yang kemudian menjadikan bangsa Viking dikenal sebagai pelaut ulung.

Selain membahas penjelajahan, manuskrip ini memperlihatkan sisi lain kehidupan masyarakat Viking yang seringkali kurang dikenal. Sebagian besar penduduk sebenarnya hidup sebagai petani, peternak, nelayan, dan pemburu. Aktivitas ekonomi sehari-hari menjadi bagian penting dalam perkembangan masyarakat Nordik pada masa itu.

Secara historis, istilah víking dalam bahasa Skandinavia Kuno merujuk pada kegiatan pelayaran atau ekspedisi. Dalam perkembangannya, istilah tersebut kemudian digunakan untuk menyebut kelompok masyarakat dari Norwegia, Swedia, dan Denmark yang melakukan penjelajahan ke berbagai wilayah Eropa antara abad ke-9 hingga abad ke-11.

Masyarakat Viking juga memiliki struktur sosial yang terbagi menjadi tiga kelompok utama, yakni kaum bangsawan, masyarakat merdeka atau karls, serta kelompok budak. Kelompok masyarakat merdeka memiliki hak membawa senjata, memiliki tanah, dan terlibat dalam pengambilan keputusan di komunitas mereka.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.