Bagaimana Pembagian 6 Tuan Rumah Piala Dunia 2030? Ini Detailnya

Katadata
Piala Dunia 2030
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
23/7/2026, 11.23 WIB

FIFA menetapkan konsep baru dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2030 dengan menunjuk enam negara sebagai tuan rumah. Turnamen ini akan digelar pada 8 Juni hingga 21 Juli 2030 di tiga benua, yakni Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan. Keputusan tersebut diumumkan oleh Presiden FIFA Gianni Infantino dalam Kongres Luar Biasa FIFA yang diikuti 211 asosiasi anggota.

Penunjukan enam negara ini dilakukan sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Piala Dunia yang pertama kali digelar di Uruguay pada 1930, dilansir dari FIFA. Dalam keputusan tersebut, FIFA menetapkan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama melalui proses bidding. Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay ditunjuk sebagai tuan rumah khusus untuk menggelar tiga pertandingan pembuka.

Dengan format tersebut, keenam negara penyelenggara dipastikan lolos langsung ke putaran final tanpa harus mengikuti babak kualifikasi. Lantas, bagaimana pembagian tugas masing-masing negara dan mengapa FIFA memilih format ini?

Bagaimana Pembagian Tuan Rumah Piala Dunia 2030?

Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan di enam negara dengan pembagian peran yang berbeda. FIFA membagi penyelenggaraan menjadi dua kelompok, yaitu tuan rumah utama dan tuan rumah pembuka.

Spanyol, Portugal, dan Maroko menjadi tuan rumah utama yang akan menggelar mayoritas pertandingan. Ketiga negara ini dipilih melalui proses pencalonan sejak 2022 dan akan menjadi pusat penyelenggaraan turnamen, mulai dari fase grup hingga babak lanjutan setelah pertandingan pembuka selesai.

Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay ditunjuk sebagai tuan rumah khusus untuk tiga pertandingan pembuka. Masing-masing negara akan menggelar satu pertandingan sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Piala Dunia.

Uruguay dipilih karena menjadi tuan rumah sekaligus juara edisi pertama pada 1930. Argentina ditunjuk sebagai penghargaan atas statusnya sebagai runner-up pada edisi tersebut. Adapun Paraguay dipilih karena menjadi markas Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).

Untuk pertandingan pembuka, Uruguay mengajukan Stadion Centenario, Argentina mengusulkan Stadion Monumental, dan Paraguay menyiapkan Stadion Osvaldo Domínguez Dibb. Namun, FIFA belum menetapkan secara resmi stadion mana yang akan digunakan untuk masing-masing pertandingan.

Setelah tiga laga pembuka digelar di Amerika Selatan, mayoritas pertandingan akan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama.

Mengapa Enam Negara Langsung Lolos ke Putaran Final?

Enam negara tuan rumah, yaitu Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay, otomatis lolos ke putaran final Piala Dunia 2030. Hal ini karena FIFA memberikan tiket langsung kepada negara penyelenggara tanpa melalui babak kualifikasi.

Kebijakan ini merupakan aturan yang telah lama diterapkan FIFA. Namun, pada edisi 2030 jumlah negara yang lolos otomatis bertambah menjadi enam karena jumlah tuan rumah juga lebih banyak dibandingkan edisi sebelumnya.

Dengan demikian, keenam negara tersebut dipastikan tampil di putaran final, sementara negara lain tetap harus memperebutkan tiket melalui babak kualifikasi di masing-masing konfederasi.

Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 8 Juni hingga 21 Juli 2030. Tiga pertandingan pembuka akan dimainkan lebih dahulu di Uruguay, Argentina, dan Paraguay sebelum kompetisi dilanjutkan di Eropa dan Afrika.

Mengapa FIFA Memilih Format Enam Negara di Tiga Benua?


Piala Dunia 2030 (Katadata)

FIFA memilih format enam negara di tiga benua untuk Piala Dunia 2030 sebagai bentuk peringatan 100 tahun penyelenggaraan turnamen tersebut. Tahun 2030 menjadi momen penting karena menandai satu abad sejak Piala Dunia pertama digelar di Uruguay.

Dengan alasan tersebut, FIFA memutuskan untuk mengawali turnamen di Amerika Selatan sebagai tempat lahirnya Piala Dunia. Setelah itu, pertandingan dilanjutkan di Spanyol, Portugal, dan Maroko yang dipilih melalui proses bidding internasional.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut format ini sebagai momen bersejarah bagi sepak bola dunia. Ia menilai peringatan 100 tahun Piala Dunia menjadi kesempatan untuk menggabungkan sejarah dan perkembangan sepak bola modern melalui penyelenggaraan lintas benua.

Format ini juga menjadi yang pertama dalam sejarah Piala Dunia karena melibatkan enam negara sekaligus. Dengan melibatkan tiga benua dan enam tuan rumah, FIFA berharap Piala Dunia 2030 menjadi salah satu edisi paling bersejarah sejak pertama kali digelar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.