Trump Larang CNN, Politico, dan MS NOW Meliput di Gedung Putih

Ameidyo Daud Nasution
19 September 2026, 16:12
trump, msnbc, cnn, politico
REUTERS/Carlo Allegri
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersumpah AS akan mengambil alih Jalur Gaza yang hancur akibat perang setelah warga Palestina dimukimkan di tempat lain, pada Selasa (4/2).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI
Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melarang CNN, MSNBC, dan Politico masuk ke Gedung Putih. Ia beralasan ketiga media tersebut kerap memberitakan hal yang tak menguntungkannya dan membuat "berita palsu". 
 
Trump juga mengancam lebih banyak lagi larangan serupa terhadap media lainnya. Meski demikian, belum ada tanda-tanda ia akan merealisasikan ancaman tersebut.
 
Ancaman ini merupakan sinyal respons agresif Trump terhadap pemberitaan yang dianggap tak menguntungkannya. Hal tersebut juga berpotensi memiliki implikasi terhadap Amendemen Pertama Konstitusi AS.
 
"Saya melarang CNN, MSNBC, dan Politico masuk ke Gedung Putih akibat pemberitaan terus-menerus mereka mengenai BERITA PALSU!" kata Trump dalam akun Truth Social sebagaimana diberitakan oleh Associated Press pada Jumat (18/9) waktu AS atau Sabtu (19/9) WIB.
 
Tak lama kemudian, dalam sebuah acara di Ruang Oval, Trump menjelaskan maksud larangannya. Ia mengatakan tiga media tersebut kerap memberitakan kepalsuan dalam artikelnya. 
 
Selain itu, Trump juga menyerang dua media lain seperti The New York Times dan Washington Post meski tak melontarkan ancaman yang sama. "The New York Times itu sangat palsu. Washington Post itu menjijikkan," katanya.
 
Trump tak menjelaskan lebih lanjut bagaimana mekanisme larangan tersebut. Hingga kemarin, jurnalis dari CNN, MS NOW, dan Politico masih berada di Gedung Putih.
 
Menanggapi hal tersebut, redaksi CNN mengatakan berdasarkan Konstitusi AS, mereka memiliki hak meliput tanpa hambatan atau campur tangan dari pemerintah.
 
"Jika larangan oleh Presiden Trump itu benar-benar diberlakukan, hal tersebut akan menjadi serangan iterhadap hak mendasar yang dilindungi oleh Konstitusi," demikian keterangan resmi CNN.
 
Pesan yang sama juga disampaikan redaksi Politico. Mereka menyatakan akan terus memberitakan Gedung Putih dan membela hak media yang dijamin Amendemen Pertama Konstitusi AS.
 
Pada masa jabatannya yang kedua, Trump kerap mengambil langkah lebih keras terhadap media, baik lewat regulasi maupun pengadilan. Tahun lalu, ia melarang jurnalis Associated Press masuk Ruang Oval maupun Air Force One karena media tersebut tak ikut keinginannya mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. 
 
Trump juga menyeret The New York Times, BBC, dan The Wall Street Journal ke meja hijau. Pemerintah AS juga masih berselisih dengan ABC terkait perpanjangan izin siaran media asal Australia itu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...