Tidak lama lagi, seluruh masyarakat Indonesia akan merayakan hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-81, tepatnya pada hari pada Senin, 17 Agustus 2026.
Adapun peringatan tahun ini Pemerintah menetapkan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur" yang merepresentasikan semangat serta kerja nyata dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa.
Menjelang hari bersejarah tersebut, masyarakat Indonesia akan menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT RI. Salah satunya yaitu lomba membaca puisi dengan tema kemerdekaan Indonesia.
Tidak hanya untuk membangkitkan semangat untuk membela tanah air, mengadakan lomba membaca puisi juga bisa mengajarkan nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda.
Namun menyusun sebuah puisi bukanlah hal yang mudah terutama bagi yang belum pernah membuatnya. Untuk mempermudah, berikut di bawah ini kumpulan puisi kemerdekaan 17 Agustus yang bisa dijadikan sebegai referensi.
Puisi Kemerdekaan 17 Agustus
Berikut ini sepuluh puisi kemerdekaan dari berbagai sumber yang bisa dijadikan referensi bila ingin mengikuti lomba untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-81 pada 17 Agustus mendatang.
Puisi Kemerdekaan 17 Agustus (Freepik)
1. Merdeka Tanah Airku
Api semangat kemerdekaan berkobar,
Pahlawan berjuang tanpa henti, penuh semangat.
Hingga akhirnya kemenangan datang menyapa,
Indonesia merdeka, tumbuh menjadi besar.
Merah putih mengibarkan kemenangan,
Kemerdekaan tiba, negeri tercinta.
Para pahlawan berjuang tanpa henti,
Kini kita merdeka, bangga dan bahagia.
Kibarkan bendera merah putih nan megah,
Lambang kemerdekaan, semangat pahlawan.
Berjuta suara menyanyikan lagu kebangsaan,
Indonesiaku, merdeka dan terus berjaya.
Merdeka! Merdeka! Tanahku yang kucintai,
Indonesia Raya, merdeka dan abadi.
Tumpah darahku untukmu, Ibu Pertiwi,
Bersatu kita maju, tak terkalahkan lagi.
2. Indonesia, Cahaya yang Tak Pernah Padam
Di ufuk timur matahari menyapa,
Merah putih berkibar penuh wibawa.
Mengusir kelam yang pernah menyelimuti,
Membawa harapan untuk negeri ini.
Langkah para pejuang tak pernah sia-sia,
Mereka menanam keberanian sepanjang masa.
Dengan darah, air mata, dan doa yang tulus,
Kemerdekaan lahir sebagai anugerah yang harus ditebus.
Kini kami berdiri di tanah yang merdeka,
Mengukir mimpi dengan karya dan asa.
Bukan lagi mengangkat senjata di medan laga,
Melainkan menjaga persatuan dalam setiap langkah nyata.
Indonesia, engkau cahaya yang tak pernah padam,
Menuntun anak bangsa menuju masa depan.
Selama merah putih terus berkibar di langitmu,
Selama itu pula cinta kami tak akan layu.
3. Dari Hening ke Sorak
Kemerdekaan datang dari hening
yang dipecahkan oleh sorak kemenangan.
Dari malam panjang yang penuh sembunyi,
ke siang yang penuh cahaya.
Tapi cahaya itu tak akan lama
jika kita membiarkannya padam.
Kita harus menjadi penjaga lilin-lilin kecil
yang menyala di hati setiap anak negeri,
agar kemerdekaan tetap hidup
bukan hanya di buku sejarah,
tapi di setiap langkah kita.
4. Jejak Para Pejuang
Di tanah ini pernah mengalir air mata,
di bumi ini pernah terdengar suara perjuangan.
Langkah kaki para pahlawan bangsa,
menembus gelap demi sebuah kemerdekaan.
Mereka berdiri tanpa takut,
melawan rintangan dengan keberanian.
Bukan untuk nama dan pujian,
tetapi untuk masa depan sebuah bangsa.
Kini kami berdiri di tanah yang sama,
menghirup udara yang dulu diperjuangkan.
Melihat Merah Putih berkibar di angkasa,
sebagai tanda cita-cita yang telah dimenangkan.
Wahai para pahlawan, namamu
mungkin tidak selalu kami sebut setiap hari.
Namun perjuanganmu akan selalu hidup,
dalam hati setiap anak negeri.
Karena kemerdekaan yang kami rasakan hari ini,
adalah hadiah dari keberanianmu di masa lalu.
5. Merah Putih di Sanubari
Karya: Siska Dewi Siregar
Hamparan danau ranau yang luas
Sawah penduduk yang menghijau
Bagaikan permadani di bawah gunung Seminung
Inilah tempat kami, bagian dari Negara kita
Subur tanahnya, luas pulaunya dan melimpah airnya
Namun, alangkah malang rakyatnya
Sebutan kata sudah merdeka
Tapi banyak jiwa yang terkorbankan
Musibah demi musibah wabah demi wabah silih berganti
Bangkitlah rakyat Indonesia! Mari mencintai negeri ini
Tanamkan merah putih di sanubari
Tumbuhkan kesadaran
Buktikan perkataan dan perbuatan
Demi tanah air Indonesia
Merdeka!
Puisi Kemerdekaan 17 Agustus (Freepik)
6. Puisi Nyanyian Kebangkitan
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda
Hanya kau yang kupilih, kemerdekaan
Di antara pahit-manisnya isi dunia
Akankah kau biarkan aku duduk berduka
Memandang saudaraku, bunda pertiwiku
Dipasung orang asing itu?
Mulutnya yang kelu
Tak mampu lagi menyebut namamu
Berikan suaramu, kemerdekaan
Darah dan degup jantungmu
Hanya kau yang kupilih
Di antara pahit-manisnya isi dunia
Orang asing itu beradab-abad
Memujamu di negerinya
Sementara di negeriku
Ia berikan belenggu-belenggu
Maka bangkitlah Sutomo
Bangkitlah Wahidin Sudirohusodo
Bangkitlah Ki Hajar Dewantoro
Bangkitlah semua dada yang terluka
"Bergenggam tanganlah dengan saudaramu
Eratkan genggaman itu atas namaku
Kekuatan akan memancar dari genggaman itu."
Hanya kau yang kupilih, kemerdekaan
Di antara pahit-manisnya isi dunia!
(Matahari yang kita tunggu
Akankah bersinar juga
Di langit kita?
7. Bunga Kemerdekaan
Pada tanggal tujuh belas yang agung,
Pahlawan bertemu dalam sejarah yang cemerlang.
Kita lanjutkan perjuangan, membangun negeri,
Indonesia merdeka, selalu dalam jiwa kami.
Seperti bunga kemerdekaan yang mekar,
Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang besar.
Semangat perjuangan pahlawan terus bersemi,
Merajut masa depan yang penuh harapan dan kemenangan.
Di setiap tahun, tiba saat yang dinanti,
Hari kemerdekaan, semangat terus terjaga.
Bendera merah putih berkibar tinggi,
Indonesia bangkit, penuh semangat dan cita.
8. Jejak Pahlawan
Jejakmu masih tertinggal di bumi pertiwi,
Meski langkahmu telah lama berhenti.
Semangatmu mengalir dalam nadi bangsa,
Menjadi cahaya di setiap perjalanan kita.
Engkau tak meminta pujian yang megah,
Tak pula mengharap balasan yang indah.
Yang kau titipkan hanyalah Indonesia,
Agar tetap berdiri dalam damai selamanya.
Kami mungkin tak mengenal namamu satu per satu,
Namun pengorbananmu hidup dalam kalbu.
Setiap sekolah, jalan, dan bendera berkibar,
Menjadi pengingat akan jasa yang begitu besar.
Hari ini kami melanjutkan perjuangan,
Dengan ilmu, kejujuran, dan pengabdian.
Semoga negeri ini terus melangkah maju,
Menjadi kebanggaan sepanjang waktu.
9. Wasiat dari Tanah Perjuangan
Di tanah ini,
jejak kaki para pejuang terkubur bersama doa.
Mereka tidak meminta dikenang dalam patung,
tidak meminta wajahnya terpampang di buku sejarah.
Mereka hanya ingin negeri ini tetap merdeka.
Di bawah hujan peluru,
mereka masih mendengar suara ibu memanggil,
mereka masih mengingat wangi sawah yang ditinggalkan,
namun mereka memilih bertahan di garis depan.
Hari ini, kita berdiri di jalan
yang mereka buka dengan darah dan keberanian.
Jangan biarkan jalan itu retak
oleh perpecahan atau lupa.
10. Penuh Peluh
Karya: Alwiyah Dwi P.
Aku menyaksikan dari jauh
Senjata itu kian menusuk tubuh
Dan kini hanya tinggal separuh
Tak lagi terlihat utuh
Jiwaku terasa ikut terbunuh
Semakin terdengar suara gemuruh
Semakin aku tak bisa menahan peluh
Berjuang dengan semangat penuh
Meski keadaan semakin gaduh
Semangatnya yang semakin rusuh
Di balik pakaiannya yang lusuh
Masih terdapat semangat yang tetap utuh
Selalu berpegang teguh
Untuk menjaga Indonesia ingin membuatnya runtuh
Itulah sepuluh puisi kemerdekaan 17 Agustus menyentuh yang bisa dijadikan referensi ingin berpartisipasi pada lomba tersebut.