Istilah saat demo seperti korlap, jendlap, konsolidasi, represif, hingga ACAB kerap terdengar ketika demonstrasi berlangsung. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut koordinator aksi, strategi demonstrasi, pengamanan, hingga situasi yang terjadi di lapangan.
Sebagian istilah demonstrasi merupakan singkatan atau berasal dari bahasa asing sehingga artinya tidak selalu mudah dipahami. Beberapa di antaranya juga memiliki makna khusus dalam gerakan mahasiswa dan pemberitaan unjuk rasa.
Berikut 25 istilah yang sering muncul saat demo dan artinya, mencakup istilah yang digunakan dalam aksi di Indonesia maupun gerakan protes di berbagai negara.
Istilah dalam Demo dan Artinya
Istilah Organisasi dan Koordinasi Demo
Korlap (Koordinator Lapangan): Orang yang bertanggung jawab mengoordinasikan peserta dan pelaksanaan demonstrasi di lapangan, termasuk mengatur pergerakan massa serta komunikasi antaranggota aksi.
Jendlap (Jenderal Lapangan): Sebutan untuk pemimpin utama di lapangan dalam suatu aksi demonstrasi, terutama aksi mahasiswa. Jendlap biasanya bertugas mengarahkan jalannya aksi dan mengoordinasikan koordinator lainnya.
Konsolidasi: Proses menyatukan sikap, tuntutan, dan strategi antarkelompok sebelum atau sesudah demonstrasi. Konsolidasi umumnya dilakukan melalui rapat atau pertemuan peserta aksi.
Barpam (Barisan Pengamanan): Sebutan untuk barisan yang bertugas menjaga keamanan atau ketertiban di sekitar kegiatan. Dalam konteks aksi, istilah ini dapat merujuk pada barisan petugas pengamanan.
Agitasi: Upaya membangkitkan emosi atau memengaruhi massa melalui pidato dan seruan yang berapi-api. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), agitasi juga dapat bermakna hasutan kepada orang banyak.
Mimbar Bebas: Forum terbuka yang memungkinkan peserta aksi menyampaikan kritik, pendapat, atau tuntutan secara bergantian tanpa susunan pembicara yang terlalu formal.
Istilah Bentuk dan Strategi Aksi Demonstrasi
Long March: Aksi berjalan kaki secara bersama-sama menuju lokasi tertentu untuk menyampaikan tuntutan atau menunjukkan solidaritas. Istilah ini sering digunakan dalam demonstrasi mahasiswa maupun buruh.
Sit-in: Bentuk demonstrasi dengan cara menduduki suatu lokasi dan tetap berada di tempat tersebut sebagai bentuk protes. Peserta biasanya menolak meninggalkan lokasi sampai tuntutan mendapat perhatian.
Die-in: Aksi protes simbolis ketika peserta berbaring di tanah seolah-olah meninggal dunia. Bentuk demonstrasi ini digunakan untuk menggambarkan korban jiwa atau dampak serius suatu persoalan.
Aksi Teatrikal: Demonstrasi yang menggunakan pertunjukan drama, gerakan tubuh, atau simbol visual untuk menggambarkan kritik sosial dan politik.
Pembangkangan Sipil (Civil Disobedience): Bentuk perlawanan terhadap kebijakan atau aturan yang dianggap tidak adil melalui penolakan untuk mematuhinya secara terbuka. Pembangkangan sipil umumnya merujuk pada tindakan tanpa kekerasan dan dapat membawa konsekuensi hukum.
Aksi Kamisan: Gerakan protes damai yang dimulai pada 2007 oleh keluarga korban dan aktivis hak asasi manusia. Aksi ini identik dengan pakaian serta payung hitam untuk menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM.
Istilah Pengamanan dan Situasi Demo
Dalmas (Pengendalian Massa): Istilah kepolisian untuk kegiatan pengendalian massa, termasuk dalam menghadapi demonstrasi. Dalmas juga digunakan untuk menyebut satuan petugas yang menjalankan fungsi tersebut.
Dalmas Awal: Satuan pengendalian massa yang diterjunkan ketika demonstrasi masih berlangsung tertib. Petugas Dalmas Awal tidak dilengkapi perlengkapan khusus kepolisian sebagaimana Dalmas Lanjut.
Dalmas Lanjut: Satuan pengendalian massa yang dilengkapi perlengkapan khusus dan digunakan ketika situasi demonstrasi mulai tidak tertib atau meningkat eskalasinya.
PHH (Penanggulangan Huru-Hara): Kegiatan atau satuan yang menangani situasi kerusuhan massa. Istilah ini sering dikaitkan dengan tugas pengamanan Brimob.
Rantis (Kendaraan Taktis): Kendaraan khusus yang digunakan dalam operasi kepolisian atau militer. Rantis dapat digunakan untuk mengangkut personel, melakukan pengamanan, atau mendukung operasi tertentu.
AWC (Armoured Water Cannon): Kendaraan taktis yang dilengkapi penyemprot air bertekanan tinggi. Dalam pengamanan demonstrasi, kendaraan ini dapat digunakan untuk pengendalian atau pembubaran massa.
Sweeping: Tindakan penyisiran atau pemeriksaan terhadap orang, kendaraan, atau lokasi tertentu. Dalam konteks demonstrasi, sweeping bisa dilakukan oleh aparat maupun kelompok massa.
Istilah Politik dan Simbol Perlawanan saat Demo
Black Bloc: Taktik demonstrasi ketika sejumlah peserta mengenakan pakaian serba hitam dan sering kali menutupi wajah untuk menjaga anonimitas serta membentuk kesan kesatuan kelompok. Black bloc bukan nama satu organisasi tertentu.
ACAB: Singkatan dari All Cops Are Bastards, sebuah slogan bernada kasar yang digunakan untuk menyampaikan penolakan atau kritik terhadap institusi kepolisian. Istilah ini sering muncul pada poster, grafiti, dan media sosial saat demonstrasi.
1312: Kode angka yang merujuk pada ACAB berdasarkan urutan huruf dalam alfabet, yaitu A=1, C=3, A=1, dan B=2. Karena itu, angka 1312 kerap digunakan sebagai simbol protes terhadap kepolisian.
Anarko: Istilah yang berkaitan dengan anarkisme, yaitu paham politik yang menolak kekuasaan negara atau struktur hierarki yang dianggap memaksa. Anarko tidak otomatis berarti pelaku kerusuhan atau kekerasan.
Represif: Sebutan untuk tindakan yang bersifat menekan atau mengekang. Dalam pemberitaan demonstrasi, istilah tindakan represif biasanya digunakan ketika muncul dugaan penggunaan kekuatan secara berlebihan atau pembatasan kebebasan secara sewenang-wenang.
Impunitas: Keadaan ketika pelaku pelanggaran, termasuk pelanggaran HAM, tidak dimintai pertanggungjawaban atau terbebas dari hukuman. Istilah ini sering muncul dalam tuntutan demonstrasi yang berkaitan dengan keadilan dan penegakan hukum.
Sejumlah istilah seperti ACAB, 1312, dan anarko memiliki latar belakang sosial-politik yang berbeda. Untuk memahami maknanya lebih jauh, simak penjelasan arti ACAB dan 1312 serta perbedaan anarkis dan anarko.