Sertifikasi halal tidak serta-merta menjamin kenaikan omzet pelaku usaha. Selain sertifikasi, faktor lain seperti kualitas produk, kekuatan merek (brand), dan strategi pemasaran tetap berperan penting dalam menentukan daya saing dan penjualan.

Di sisi lain, penerapan sertifikasi halal juga menghadapi tantangan, mulai dari memastikan kejelasan proses produksi hingga standar penyembelihan yang sesuai ketentuan halal. Label halal bukan sekadar tempelan, tetapi harus didukung proses dan praktik yang benar-benar memenuhi persyaratan.

Kebijakan sertifikasi halal memiliki dua sisi: membuka peluang ekonomi melalui peningkatan kepercayaan konsumen dan akses pasar, sekaligus menghadirkan tantangan biaya serta kesiapan bagi pelaku usaha, terutama UMKM mikro dan kecil.

Bagaimana menyeimbangkan peluang ekonomi dan risiko penerapan sertifikasi halal agar kebijakan ini efektif tanpa membebani pelaku usaha kecil?

Simak pembahasan selengkapnya di Katadata.

#Katadata #SertifikasiHalal #IndustriHalal #UMKM #UsahaMikroKecil #EkonomiIndonesia #BisnisIndonesia #ProdukHalal #KebijakanPublik #DayaSaingUsaha

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.