ZIGI – Kabar duka datang dari CEO Microsoft, Satya Nadella. Sang anak yang bernama Zain Nadella meninggal dunia pada Senin, 28 Februari 2022 setelah berjuang melawan penyakit cerebral palsy yang ia derita sejak lahir.
Sebelumnya, Zain banyak menghabiskan waktu untuk mendapatkan perawatan di Seattle Children's Hospital, Amerika Serikat. Simak artikelnya di bawah ini!
Baca Juga: CEO Apple Diteror Seorang Wanita yang Mengaku Istrinya
Putra CEO Microsoft, Zain Nadella Meninggal Dunia
Zain Nadella meninggal dunia di usia 25 tahun. Kabar kepergian Zain dibagikan oleh Satya Nadella pada jajaran petinggi pegawai Microsoft melalui sebuah e-mail. Tertulis bahwa pihak keluarga meminta para staf meluangkan sedikit waktu untuk berkabung dan memanjatkan doa untuk Zain Nadella.
“Sangat sedih putra Satya, Zain Nadella telah meninggal dunia,” bunyi pernyataan itu dikutip Zigi.id dari USA Today pada Rabu, 2 Maret 2022.
Pada tahun 2017, Satya Nadella membagikan kisah kelahiran Zain dalam sebuah postingan di Linkedin. Ketika Zain lahir pada 13 Agustus 1996, beratnya 3 pon dan mengalami sesak napas. Satya Nadella mengatakan Zain akan membutuhkan penggunaan kursi roda dan perawatan konstan karena mengidap cerebral palsy.
Sebagai informasi, celebral palsy adalah penyakit yang menyebabkan gangguan pada otot, gerak dan koordinasi tubuh. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak yang belum matang dan berkembang.
“Menjadi ayah dari anak berkebutuhan khusus adalah titik balik dalam hidup saya yang membentuk saya hari ini. Ini telah membantu saya lebih memahami perjalanan penyandang disabilitas,” ujar Satya Nadela.
CEO Seattle Children's Hospital Berduka Atas Kepergian Zain Nadella
Semasa hidupnya, Zain Nadella banyak mendapatkan perawatan di Seattle Children’s Hospital, Amerika Serikat. CEO rumah sakit, Jeff Sperring mengenang sosok Zain yang dikatakan selalu membawa kebahagiaan.
“Zain akan dikenang karena selera musiknya, senyum cerahnya dan kegembiraan luar biasa yang dia bawa ke keluarganya dan semua orang yang mencintainya,” kata Jeff Sperring dikutip dari People.
Di tahun 2021, keluarga Nadella telah menyumbangkan US$ 15 juta atau sekitar Rp215 miliar ke rumah sakit tersebut untuk memajukan ilmu saraf kedokteran presisi dan perawatan kesehatan mental remaja.
Tak hanya itu, Seattle Children’s Hospital juga bergabung dengan perusahaan milik Nadella. Gabungan dua instansi ini mendirikan Zain Nadella Endowed Chair in Pediatric Neurosciences, sebagai bagian dari Seattle Children's Center for Integrative Brain Research.
Satya Nadella mengatakan bahwa setelah kelahiran Zain, semuanya mulai berubah termasuk cara berpikirnya, memimpin dan berhubungan dengan orang lain.
Satya Nadella juga mulai fokus untuk mengembangkan produk khusus bagi penyandang disabilitas. Hal itu ia dapat berdasarkan pengalaman dan pelajaran yang Satya petik ketika merawat Zain Nadella. Selamat jalan Zain Nadella!
Baca Juga: Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Bill Gates di Cambridge University