ZIGI – Katadata Insight Center bersama Zigi.id dan Stockbit melakukan survei Investasi Pilihan Generasi Muda. Total 1.939 responden dengan kriteria berumur di atas 15 tahun dan memiliki investasi.

Pengumpulan data dilakukan dari 6-12 September 2021 dengan cakupan wilayan di 33 provinsi. Survei ini menganalisis perilaku investor muda dalam berinvestasi dan persepsi mereka terhadap beragam jenis investasi tradisional maupun digital. 

Dalam hasil survei dapat diketahui bahwa investasi saham dan reksadana makin populer di kalangan gen Z dan milenial. Berikut penjelasannya.

Perilaku Investasi Gen Z 

Investor dari Gen Z dan Gen Y (Millenial) paling banyak mulai membeli saham dan reksa dana dalam 2 tahun terakhir. Hal ini terlihat dalam survei kepada 806 investor saham dan 613 investor reksa dana yang dilakukan Katadata Insight Center.

Dalam survei tersebut, sebanyak 41,3% Generasi Millenial mengaku mulai membeli saham pada 1-2 tahun terakhir. Sedang di kelompok usia Gen Z, terdapat 48,1% yang mengaku baru membelinya kurang dari 1 tahun terakhir. 

Investor saham dalam survei yang didominasi responden dari kelompok usia muda ini mengatakan mereka melakukan investasi setiap mendapat dana lebih (47,6%). Namun ada pula yang melakukannya rutin setiap bulan (27,2%) dan saat pasar sedang bagus (20,0%). 

Manajer Riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie mengatakan, survei KIC yang bekerjasama dengan Zigi.id dan Stockbit ini, menganalisis perilaku investor muda dalam berinvestasi dan persepsi mereka terhadap beragam jenis investasi tradisional maupun digital. 

 

Survei menunjukkan bila proporsi investor saham yang memiliki jumlah investasi cukup besar (lebih dari 50 juta) dan yang relatif kecil (kurang dari 5 juta) cenderung seimbang.

“Namun, laki-laki dan Gen X umumnya memiliki saham dengan jumlah besar (lebih dari 50 juta), sementara perempuan serta mereka yang berusia muda lebih banyak yang memiliki saham dengan jumlah kecil,” kata Vivi Zabkie dalam jumpa pers virtual pada Senin, 6 Desember 2021.

Saham Favorit Finansial

Saham perusahaan sektor finansial merupakan saham yang paling banyak pernah dibeli sekaligus menjadi saham favorit para investor. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor pertambangan dan consumer goods.

“Menarik melihat preferensi setiap generasi dalam memilih jenis investasi. Bahkan dalam memilih platform pembelian saham pun beda,” ujar Vivi.

Platform pembelian saham yang tumbuh beberapa tahun terakhir cenderung digunakan kelompok usia lebih muda dibanding platform yang sudah ada lebih lama. 

Pendorong dalam berinvestasi umumnya adalah karena ingin mempersiapkan masa depan dan untuk mengelola uang dingin. Hal tersebut paling banyak dilakukan oleh mereka yang berusia muda (Gen Y & Gen Z). Sementara Gen X melakukan investasi untuk mempersiapkan dana pensiun.

 

Mayoritas Beli Reksadana Secara Online

Pada kelompok investor reksadana, kelompok usia muda juga terlibat banyak membeli investasi ini dalam 2 tahun terakhir. Perempuan dan Gen Z paling banyak masuk dalam kategori ini. Sementara Gen X cukup banyak yang telah berinvestasi reksadana selama lebih dari 5 tahun.

Dari sisi nominal investasi yang dimiliki, investor reksadana pada survei ini juga tergolong investor baru. Ada 39% investor yang memiliki total investasi kurang dari 1 juta rupiah, lalu 26% lainnya memiliki investasi 1 hingga 5 juta rupiah.

Secara proporsi, perempuan dan Gen Z lebih banyak yang masuk kategori ini. Sementara Gen X & Y cukup banyak yang memiliki reksadana dengan nilai lebih dari 50 juta rupiah.

Sementara jika dilihat dari jenis reksadana, sebagian besar investor membeli reksadana pasar uang. Selanjutnya hampir separuhnya memilih reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham.

Mayoritas responden atau 79,6% membeli reksadana melalui aplikasi online, ada juga yang membeli lewat e-Wallet 15.8% dan marketplace 14,7%.

Survei Survei Investasi pilihan generasi Muda dilakukan pada 6-12 September 2021 kepada 1.939 responden. Responden investor saham sebanyak 514 adalah pengguna atau pengunjung Stockbit sehingga dalam sejumlah bagian tidak dilibatkan dalam analisis.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.