4 Tips Investasi Karya Seni Rupa Fisik Termasuk Lukisan dan Patung
ZIGI – Saham ataupun reksadana menjadi instrumen yang paling umum digunakan untuk investasi. Investor kini mulai mencari keutungan maksimal dengan melakukan diversifikasi, salah satunya lewat investasi karya seni rupa fisik seperti lukisan, patung, karya seni kayu, dan lainnya.
Karya seni buatan Claude Monets atau Claudio Picasso contohnya, menjadi instrumen yang menghasilkan miliaran rupiah. Selain itu, mengoleksi karya dari artis kontemporer seperti Andy Warhol dan Jean Michel Basquiat juga dapat memberikan keuntungan.
Sedangkan di Indonesia, ada hasil karya Raden Saleh, Affandi, Hendra Gunawan, dan pelukis lainnya. Lalu apa saja tips yang patut kalian ingat sebelum berinvestasi melalui koleksi karya seni? Yuk simak artikel selengkapnya di bawah ini!
Baca Juga : 5 Kebiasaan Bill Gates yang Bisa Ditiru, Termasuk Memilih Partner
1. Alihkan Perhatian Kepada Seniman Muda
Salah satu tantangan dalam melakukan investasi melalui koleksi karya seni rupa adalah harga yang mahal. Sebut saja lukisan karya Raden Saleh yang pernah terjual hingga puluhan miliaran rupiah di luar negeri.
Namun kalian bisa memulai mengoleksi karya seni rupa dengan harga terjangkau lewat mencari seniman-seniman muda yang potensial. Karya seniman muda biasanya memiliki harga yang tidak semahal karya monumental seperti milik Raden Saleh ataupun Picasso.
2. Fokus ke Satu Genre atau Periode
Saat memulai investasi di pasar saham, tentunya seseorang akan fokus di sektor yang ia kuasai. Hal ini juga sama dalam investasi karya seni.
Ada beberapa genre ataupun periode seni yang perlu diperhatikan secara seksama. Fokus ini juga penting agar bisa memahami nilai dan sejarah dari suatu karya seni yang ingin diincar.
Tentukan pilihan kalian, entah menyukai ekspresionisme, surealisme, abstrak, karya-karya bergaya renaissance ataupun seni kontemporer.
3. Persiapkan Anggaran Pemeliharaan
Saat kalian memutuskan untuk membeli karya seni rupa, tentu harus ada pemeliharaan agar karya tersebut tidak rusak.
Beberapa karya seni bahkan harus disimpan dalam kondisi cuaca, pengamanan, serta metode pemeliharaan tertentu. Hal ini untuk menghindari kerusakan karya seni akibat kelembapan, cahaya, dan juga debu.
4. Bersabar Mendapat Untung
Karya seni bukanlah investasi jangka pendek. Beberapa investor harus menunggu bertahun-tahun hingga akhirnya memperoleh keuntungan dari penjualan karya seni.
Untuk itu, kalian harus bersabar dalam menjalani investasi di instrumen ini. Saat seseorang tidak mampu merawat karya seni, nilai dari karya tersebut akan terus turun, bahkan hilang bila terjadi kerusakan.
Karya seni terus mengalami kenaikan nilai tambah yang cukup besar sepanjang sejarah. Harga karya seni mampu melampaui pertumbuhan S&P 500 dalam dua dekade terakhir, membuat karya seni juga cukup menarik untuk dikoleksi. Tertarik untuk berinvestasi di karya seni?
Baca Juga : 4 Financial Trap yang Harus Dihindari agar Tak Menyesal Tua Nanti