Penerjemah Konser OMEGA X di Chili Diduga Alami Kekerasan dari Staf

Instagram @omegax_official
OMEGA X
28/10/2022, 10.22 WIB

ZIGI – OMEGA X dan CEO Spire Entertainment tengah jadi sorotan usai mencuat kasus kekerasan fisik yang dialami oleh member. Kali ini penerjemah OMEGA X saat konser di Chili juga angkat bicara. 

Penerjemah yang bernama Fernanda Burgos mengaku mendapat kekerasan fisik dan verbal hingga dapat bayaran rendah dari staf. Simak berita lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: 3 Fakta CEO Diduga Aniaya Member OMEGA X di LA, Batal Balik ke Korea

Penerjemah Konser OMEGA X di Chili Terima Bayaran Kurang

Rebbeca Medina, jurnalis Kpop asal Chili mengunggah kronologi penerjemah OMEGA X yang mendapat kekerasan selama bekerja dengan staf Spire Entertainment. Penerjemah yang bernama Fernanda Burgos tersebut mengaku mengalami kekerasan verbal dan juga fisik hingga mendapat bayaran yang tidak sesuai.

”Fernanda Burgos adalah penerjemah terkenal di Chili, dia bisa berbicara 3 bahasa, jadi harusnya ia menerima bayaran lebih baik. Fernanda mengambil pekerjaan (sebagai penerjemah OMEGA X) karena berbaik hati. Ia hanya menerima bayaran untuk 3 jam, yang seharusnya 10 jam,” ungkap Twitter @rebeccavmedina dilansir Zigi.id pada Jumat, 28 Oktober 2022. 

Tak berhenti di situ, dari kronologi yang dipaparkan oleh Rebecca, Fernanda mendapat pertanyaan janggal dari staf, “Apa ini benar penerjemahnya (karena Fernanda tidak terlihat seperti orang Korea Selatan)?”

Setelah itu Fernanda mendapat beberapa ancaman dari staf yang bertugas seperti ‘Kamu tidak diperbolehkan melihat mereka (membeer OMEGA X)’, ‘Kamu tidak boleh dekat-dekat dengan mereka’.

Fernanda Burgos Dapat Kekerasan Fisik dan Verbal dari Staf OMEGA X

Manajer perempuan yang tidak disebutkan namanya tiba-tiba mencengkram lengan Fernanda sembari berkata ‘kita perlu bicara’. Sang penerjemah pun meminta manajer untuk melepaskan lengannya yang dibalas dengan perlakuan yang lebih buruk.

”Dia (manajer) berbicara tidak formal kepadanya, padahal Fer selalu menggunakan bahasa formal karena mereka bukan teman. Setiap kata yang dikeluarkan dari manajer pasti merendahkan,” lanjut Rebbeca. 

Fernanda dikabarkan menangis karena staf tidak pernah memandangnya ketika berbicara ditambah sikap tidak menyenangkan dari staf. Fernanda bekerja dengan orang Korea Selatan selama 5 tahun tapi staf selalu memberikan komentar bahwa kemampuannya ‘mengerikan’. 

”Ini seperti efek domino, karena CEO berperilaku buruk dan mungkin melakukan kekerasan fisik dan juga verbal, staf juga bertingkah sama karena melihat bentuk perlakuan tersebut,” komentar salah satu netizen dikutip Zigi.id dari Allkpop pada Jumat, 28 Oktober 2022. 

”Jika ini benar, apa yang bakalan terjadi pada staf dan juga member OMEGA X di bawah CEO seperti itu? Aku bahkan takut hanya untuk memikirkannya saja,” tambah yang lain.

”Aku kira penerjemah tersebut berusaha menahan diri untuk kepentingan pra member karena mereka benar-benar baik, tapi ini adalah hal baik ia akhirnya berani berbicara mengenai perlakuan yang diterima,” kata komentar melihat situasi tersebut.

Sementara itu OMEGA X menerima simpati dari penggemar Korea dan Internasioan usai video CEO Spire Entertainemnt Kang Seong Hee yang berkata kasar dan melakukan kekerasan fisik kepada member viral di media sosial.

Baca juga: Usai Kasus Penganiayaan, OMEGA X Pulang ke Korea Pakai Uang Pribadi

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.