5 Tips Mengelola Keuangan Bagi Freelancer

Freepik.com
Freelancer
6/7/2021, 20.30 WIB

ZIGI – Pekerja lepas atau yang disebut freelancer merupakan salah satu cara mendapatkan penghasilan tanpa perlu menjadi karyawan tetap di sebuah perusahaan. Freelancer ini memiliki waktu kerja yang dapat diatur sendiri. Tapi penghasilan para freelancer juga tergantung dari setiap customer yang memakai jasa dan tentu jumlahnya tidak menentu.

Penghasilan freelancer bisa berubah-ubah, kadang banyak, kadang sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki pemasukkan. Padahal, pengeluaran setiap bulannya pasti ada. Akan menjadi tantangan tersendiri bagi freelancer yang harus tetap mengeluarkan dana sementara tidak memiliki penghasilan.

Kali ini, Zigi.id sudah merangkum 5 tips mengelola keuangan untuk freelancer berdasarkan pemaparan Prita Hapsari Ghozie, Financial Planner di YouTube ZAPFinance TV pada Selasa, 6 Juli 2021. Scroll yuk!

1. Mengatur Anggaran atau Budgeting

Para freelancer diharuskan mengatur anggaran berdasarkan target gajian setiap bulannya. Maksudnya, walaupun penghasilan freelancer tidak menentu setiap bulannya, tapi kita harus memiliki target angka tertentu yang dianggap sebagai 'gaji bulanan'. Hal ini agar kita memiliki cash flow untuk membayarkan berbagai pengeluaran di bulan tersebut. Biasanya target ini ditetapkan dari berapa biaya dasar yang kamu perlukan untuk bisa hidup. 

2. Wajib Punya Dana Darurat

Freelancer wajib memilliki dana darurat dan juga proteksi untuk diri sendiri berupa asuransi ataupun BPJS Kesehatan. Dana darurat bagi freelancer bisa dibilang Maha Penting. Jumlah ideal dana darurat ini yaitu 12 kali dari pengeluaran kita. Misalkan saat ini pengeluaran sebesar Rp10 juta, maka kamu harus memiliki dana darurat yang ada di tabungan terpisah sebesar Rp120 juta. 

Dengan begitu, kamu bisa tenang menjalani hari ketika ada masalah yang mendadak terjadi. Seperti saat tidak ada project sama sekali atau ada klien yang belum membayar. Nanti ketika sudah ada uang lagi, kembalikan lagi uang yang sebelumnya terpakai ke rekening dana darurat.

3. Hati-hati Dalam Mengajukan Pinjaman

Para freelancer harus berhati-hati saat mengajukan aplikasi untuk mendapatkan pinjaman. Hal ini karena setiap pinjaman pasti ada cicilan setiap bulan. Cicilan itu sebenarnya bisa dibayar lebih mudah oleh pekerja yang memiliki penghasilan tetap. Tapi untuk yang penghasilan tidak tetap, membayar cicilan tentu akan menjadi tantangan tersendiri. Jadi pertimbangkan kembali sebelum mengambil pinjaman.

4. Sisihkan Dana Untuk Investasi

Walaupun berstatus freelancer, kamu juga harus memiliki investasi. Terlebih freelancer harus bertanggung jawab untuk membuat dana pensiun kita sendiri, berbeda dengan karyawan yang biasanya sudah ikut di program BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, freelancer wajib menyusun dana pensiun sendiri agar di masa mendatang tidak pusing dalam menjalani hidup.

5. Pertimbangkan Memiliki Beberapa Rekening Terpisah

Sebagai seorang freelancer, teknik yang paling mudah dalam mengelola keuangan adalah memiliki setidaknya 4 rekening yakni rekening penghasilan, rekening gaji, rekening saving dan rekening playing. Freelancer mesti mempersiapkan rekening khusus untuk menampung berbagai pembayaran dari klien. 

Nantinya, pendapatan di rekening itu dialihkan ke rekening 'gaji' yang digunakan untuk membayar pengeluaran setiap bulan. Sementara rekening saving digunakan untuk menyimpan dana darurat, tabungan dan investasi. Kemudian rekening playing dipergunakan untuk bersenang-senang seperti liburan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.