Keren! Batik Indonesia Dipamerkan di Fashion Store Pakistan

unsplash.com
Hari Batik Nasional
Penulis: Hadi Mulyono
14/10/2021, 16.53 WIB

ZIGI – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober kemarin, Kedutaan Besar RI (KBRI) di Islamabad, Pakistan menggelar pameran batik pada tanggal 11-13 Oktober 2021. Acara tersebut sukses terselenggara berkat kerja saka antara KBRI dan rumah mode batik Alleira Batik.

Berdasarkan keterangan resminya, pameran yang mengangkat citra Indonesia di kancah internasional tersebut digelar di butik Batik Studio Fashion Store milik pengusaha Pakistan, Mohsin Qamar. Lokasinya tepat berada di pusat perbelanjaan Centaurus Mall, Islamabad, Pakistan.

Seperti apa jalannya pameran batik Indonesia di Fashion Store Pakistan tersebut? Simak berita selengkapnya di bawah ini sampai akhir.

Promosi Batik di Pakistan Akan Ditingkatkan

Berrbagai macam jenis batik dan wastra (kain tradisional) dari berbagai daerah di Indonesia turut dipajang dalam pameran tersebut. Duta Besar RI untuk Pakistan, Adam M Tugio mengungkapkan bahwa Indonesia dan Pakistan mempunyai sejumlah persamaan mulai dari budaya, sejarah, kuliner, hingga busana.

Terutama soal batik, Pakistan memiliki kain dengan corak dan motif yang mirip dengan batik meski dalam proses pembuatan metodenya berbeda. Indonesia di Pakistan menegaskan bakal terus menggenjot promosi batik di negara tersebut salah satunya dengan menggelar lomba desain batik bermotif Pakistan.

Lomba desain tersebut rencananya akan diselenggarakan dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi seni dan masyarakat di Pakistan. Adam berharap, pecinta seni dan mode di Pakistan bisa menjajaki pengalaman menarik tentang keunikan dan keindahan tekstil tradisional khususnya batik.

“Pemenangnya mendapat kesempatan berkunjung ke Indonesia untuk belajar langsung cara metode pembuatan batik di sentra-sentra industri batik di Indonesia serta mendapat kesempatan untuk mencetak hasil karya mereka,” kata Dubes Adam dalam kerangan resminya dikutip dari Antara, Kamis, 14 Oktober 2021.

Di sisi lain, salah satu tokoh sebuah lembaga pemikiran Pakistan yakni Manajer Komunikasi dan Koordinasi Center for Global and Strategic Studies, Laraib Fatima Hassan mengatakan bahwa hubungan antar masyarakat merupakan salah satu inti dari hubungan bilateral Indonesia dan Pakistan. Oleh sebab itu, pameran batik ini diharapkan mampu mempererat hubungan baik antara kedua negara.

“Saya yakin inisiatif mempromosikan soft diplomacy melalui pameran batik dan seni budaya oleh KBRI Islamabad akan menjadi tonggak bagi revitalisasi hubungan persahabatan Pakistan dan Indonesia,” ujar Laraib Fatima.

Batik Kian Diminati Dunia

Melansir dari Katadata.co.id, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat ekspor batik Indonesia pada tahun 2020 mencapai US$ 532,7 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari minat masyarakat dunia akan batik dari Indonesia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, produk batik Indonesia berperan penting bagi perekonomian nasional dan berhasil menjadi market leader pasar batik dunia.

“Industri batik yang ada di Indonesia mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional dan produknya telah diminati di pasar global,” beber Agus dalam Puncak Peringatan Hari Batik Nasional 2021 Kemenperin secara virtual beberapa waktu lalu.

Kini, industri batik masuk sebagai salah satu subsektor prioritas dalam implementasi peta jalan integrasi Making Indonesia 4.0. Industri batik bahkan dinilai mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Batik Indonesia juga menjadi salah satu penyebab tumbuhnya sektor tekstil dan pakaian jadi di Tanah Air. Lebih dari itu, industri kerajinan dan batik juga merupakan salah satu sektor yang banyak membuka lapangan kerja dan merupakan sektor yang didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM).

“Terhitung ada sekitar 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra batik di Indonesia. Selain itu, jumlah industri kerajinan Indonesia ada lebih dari 700 ribu unit usaha dan menyerap tenaga usaha lebih dari 1,5 juta orang,” ungkap Agus Gumiwang.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.