ZIGI – Pra-KTT kedua Youth 20 (Y20) Indonesia 2022 resmi terlaksana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, 23 April 2022. Topik yang dibahas mengenai transformasi digital.
Dalam pembukaan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johny G. Plate dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir turut membuka acara tersebut dengan memberikan informasi penting kepada pemuda Indonesia.
Dalam diskusi Pre-Summit II, dihadirkan beberapa pembicara untuk membahas transformasi keuangan digital. Diskusi ini juga diisi oleh delegasi dari Indonesia, Marcel Satria. Lantas peran apa saja pemuda dalam menghadapi transformasi keuangan digital? Simak yuk ulasannya di bawah ini!
Baca Juga: Pra-KTT Y20 Kedua Bahas Kesadaran Keuangan Digital Anak Muda
Erick Thohir Ajak Pemuda Menjadi Agen Perubahan
Menteri BUMN, Erick Thohir menjadi salah satu orang yang turut memberikan sambutan secara daring di Pra-KTT kedua Y20 Indonesia. Erick mengajak pemuda Indonesia untuk menjadi agen perubahan dari tiga macam tantangan yakni ketahanan kesehatan, krisis rantai pasok global dan disrupsi digital.
Dalam sambutan, Erick mengatakan bahwa pemuda Indonesia telah melakukan ikrar Sumpah Pemuda dan menghantarkan Indonesia Merdeka. Melihat tranformasi pemuda kini, Erick menegaskan bahwa peran pemuda tetap memperjuangkan Indonesia dengan cara yang berbeda.
“Kini peran pemuda masih sama yakni memperjuangan Kemerdekaan Rakyat Indonesia namun dengan tantangan berbeda. Tantangan yang saat ini jauh lebih besar yakni ketahanan kesehatan, disrupsi digital dan krisis rantai pasok global,” ujar Erick Thohir dalam acara Pre-Summit II Y20 Indonesia 2022.
Erick menambahkan pemuda saat ini harus siap menjadi agen perubahan dari tiga tantangan besar yang tengah menghadang. Tiga tantangan itu yaitu ketahanan kesehatan, disrupsi digital, dan krisis global supply chain (rantai pasok dunia).
“Tiga tantangan ini yang harus kita hadapi bersama dan generasi mudah harus menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan tersebut,” imbuhnya.
Erick berharap kepada para anak muda yang turut mengikuti Y20 agar mampu memberikan dampak yang nyata atas pembangunan Indonesia.
Transformasi Digital di Indonesia
Indonesia menjadi wilayah yang masih jarang mengakses keuangan secara digital. Hal ini disampaikan oleh Marcel Satria bahwa banyak warga Indonesia yang masih mengakses bank dengan cara manual dibandingkan digital.
Menurut laporan Bank Dunia baru-baru ini, Beyond Unicorn, masyarakat Indonesia yang menggunakan layanan digital hanya 0,5 persen. Sedangkan 48 persen diantaranya masih banyak warga Indonesia yang memiliki masalah dalam keuangan.
Mengatasi masalah tersebut, Bank Indonesia tengah mengembangkan sistem digital yang lebih maju untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Saat ini, Bank Indonesia tengah berkolaborasi dengan berbagai sektor seperti e-commerce untuk memudahkan transaksi
“Kita bisa mengakses platform untuk bank, pin tech atau e-commerce jadi kami bisa berkolaborsi untuk memberikan akses secara merata. Itu akan memperketat inovasi promo yang dapat mengurangi biaya,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Akhis R. Hutabarat.
Sementara Ketua Akses Digital, Kedutaan Inggris di Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha membuat program khusus untuk akses digital khususnya di wilayah pedesaan terpencil seperti di Papua.
Menyadari Transformasi Digital Bagi Pemuda
Kepala Spesialis Proyek Pluang, Ronny Hutahayan mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang dipenuhi dengan warga dengan usia yang relatif muda.
Menurut data yang dikumpulkan oleh Pluang, penduduk Indonesia sekitar 270 juta penduduk dengan usia rata-rata 30 tahun. Selain itu sebanyak 150 juta penduduk Indonesia yang telah mengakses transformasi digital, diantaranya ada 80 persen memakai internet untuk belanja online. Sedangkan dalam seharinya, orang Indonesia menghabiskan 3,5 jam untuk mengakses media sosial.
Ronny mengatakan bahwa untuk membentuk transformasi digital maka semua pihak harus ikut andil termasuk pada pemuda Indonesia.
Di sisi lain, Ronny menyinggung banyaknya para influencer memberikan tawaran uang melalui investasi ilegal. Terlebih banyak pemuda Indonesia yang masih berpikiran melakukan investasi untuk mendapatkan kekayaan secara instan.
“Banyak orang salah paham tentang investasi, mereka mamandang investasi adalah cara untuk mendapatkaan kekayaan secara cepat. Kita dapa melihat skema investasi illegal membuat jutaan orang kehilangan (uang),” ujar Ronny Hutahayan.
Ronny menegaskan bahwa perlunya edukasi untuk memberikan arahan kepada pemuda dalam melakukan investasi tanpa melalui platform illegal.
Kepala Spesialis Proyek Pluang ini juga menyarankan kepada pemuda untuk memahami masalah fundamental atas digital Indonesia diantaranya masalah infrastrutktur jaringan yang benar dan literasi dasar digital.
Tujuan memahami masalah digital tersebut akan dapat mengatasi masalah yang sering dihadapi perihal akses digital di Indonesia khususnya daerah terpencil.
Pra-KTT kedua Y20 Indonesia yang digelar di Lombok pada 23-24 April 2022 mengakat tema ‘Membangkitkan Kesadaran Pemuda Perihal Transformasi Digital’. Acara ini juga merupakan bagian dari dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Indonesia selama Presidensi G20.
Baca Juga: Kick Off Meeting Y20 Indonesia Usung Isu Tambahan Bhinneka Tunggal Ika