Telepon Presiden Dewan Eropa, Xi Jinping Bicarakan Krisis Ukraina

Presiden Tiongkok Xi Jinping menelepon Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen, Jumat malam untuk membicarakan krisis Ukraina.
Image title
Oleh Antara
2 April 2022, 09:18
Arsip foto Presiden China Xi Jinping tiba untuk upacara sambutan di Balai Agung Rakyat, di Beijing, China, Jumat (25/10/2019).
ANTARA FOTO/REUTERS/Jason Lee
Arsip foto Presiden Tiongkok Xi Jinping tiba untuk upacara sambutan di Balai Agung Rakyat, di Beijing, China, Jumat (25/10/2019).

Presiden Tiongkok Xi Jinping menelepon Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Layen, Jumat malam (1/4/2022) untuk membicarakan krisis Ukraina.

"Krisis Ukraina terjadi di tengah pandemi Covid-19 yang berlarut-larut sehingga menggoyahkan upaya pemulihan global," kata Xi, seperti dilansir Antara.

Oleh sebab itu, dia mengajak Uni Eropa agar terus menjalin komunikasi dan berperan positif untuk menjaga stabilitas global.

"Tiongkok dan Uni Eropa itu merupakan kekuatan besar, pasar yang besar, dan memiliki peradaban yang besar pula," ujar Xi sebagaimana pernyataan tertulisnya yang diterima Antara Beijing dari Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA).

Ia juga mempersilakan Uni Eropa membangun persepsinya sendiri tentang Tiongkok, mengambil kebijakan tentang Tiongkok secara independen dan meningkatkan kerja samanya dengan Tiongkok.

 

 

Pada sore harinya, Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang juga menjalin komunikasi via telepon dengan kedua pemimpin Uni Eropa tersebut.

Keduanya menyatakan kesiapan untuk mempererat kerja sama dengan Tiongkok di berbagai bidang, di antaranya penanganan Covid-19, ekonomi dan perdagangan, dan investasi.

Dalam dua tahun berturut-turut, nilai perdagangan Uni Eropa dengan Tiongkok lebih rendah dibandingkan dengan ASEAN-Tiongkok.

Advertisement

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait