Perhatikan Hal Ini Saat Terjadi Efek Vaksinasi

Jika mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau efek vaksinasi bergejala berat, segera kontak fasilitas kesehatan terdekat.
Image title
17 Agustus 2021, 12:00
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke pada warga saat vaksinasi COVID-19 massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemprov DKI Jakarta menggelar program Serbuan Vaksin Massal yang diperuntukan bagi warga minimal
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke pada warga saat vaksinasi COVID-19 massal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/7/2021).

Kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) merupakan gejala medis yang mungkin muncul setelah melakukan vaksinasi atau imunisasi. KIPI disebut memiliki keterkaitan dengan vaksin yang diberikan.

Menurut panduan informasi yang dikeluarkan Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) tentang Vaksin Covid-19 dan KIPI, reaksi KIPI yang muncul setelah menerima vaksinasi menandakan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh. Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit. 

KIPI umumnya bersifat sementara, dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Kejadian KIPI juga dapat dialami secara langsung setelah vaksinasi. Hal ini karena biasanya beberapa orang memiliki alergi terhadap zat tertentu sehingga mungkin mengalami reaksi segera setelah vaksinasi. Namun, hal ini sangat jarang terjadi. 

Sebagai tindakan pencegahan, setiap penerima vaksin akan disarankan menunggu selama minimal 15 menit di lokasi vaksinasi untuk memantau kondisi tubuh. Sebagian orang bisa mengalami KIPI yang lebih kuat setelah vaksinasi dosis kedua, namun ada pula yang tidak. 

Gejala KIPI biasanya ditandai dengan demam (suhu di atas 37,8°C), sakit kepala atau nyeri otot, mual atau muntah, nyeri sendi, nyeri pada lengan di tempat suntikan, menggigil, atau rasa lelah. Lantas, jika mengalami reaksi ringan seperti di atas, apa yang perlu dilakukan?. 

Jika merasa tidak nyaman sebaiknya segera beristirahat dan jika dibutuhkan, segera konsumsi obat penurun panas sesuai dosis yang dianjurkan. Dianjurkan pula minum air putih. 

Apabila demam timbul lebih dari 48 jam setelah vaksinasi atau berlangsung lebih lama dari 48 jam, peserta vaksinasi harus isolasi mandiri dan melakukan tes Covid-19. Jika masih belum mereda bisa menghubungi petugas kesehatan yang nomornya tertera di kartu vaksin.

Bagi yang merasakan nyeri di tempat suntikan, tetap gerakkan dan gunakan lengan seperti biasa. Jika diperlukan, dapat mengompres dengan air dingin. 

Sementara, menurut Satgas Covid-19, jika mengalami reaksi KIPI yang berat, segera catat dengan detail dan segera laporkan pada petugas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat. 

Peserta vaksinasi juga masih harus menerapkan protokol kesehatan (5M) meskipun telah divaksinasi. Hal ini karena perlindungan optimal baru terbangun dua pekan setelah vaksinasi dosis kedua. 

Hal yang juga tetap perlu diwaspadai adalah orang yang terinfeksi tapi tidak mengalami gejala apa pun. Oleh karena itu, penting untuk dipahami bahwa orang tanpa gejala (OTG) masih dapat menulari orang lain tanpa disadari. 

Sehingga menggunakan masker, menjaga jarak aman, rajin mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas masih menjadi cara terbaik mencegah penularan Covid-19.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait