Tiga Kesalahan Saat Isolasi Mandiri di Rumah Ketika Terpapar Covid-19

Apabila kita terpaksa harus menjalani isolasi mandiri di rumah ketika terpapar Covid-19 maka lakukan secara benar dan disiplin.
Image title
7 Oktober 2021, 08:00
Tiga Kesalahan Saat Isolasi Mandiri di Rumah Ketika Terpapar Covid-19
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Paket bahan pokok diletakkan di pagar rumah warga yang menjalani isolasi mandiri di Jalan As-Syafiiyah, Cipayung, Jakarta, Jumat (21/5/2021).

Isolasi mandiri di rumah berguna untuk memutus rantai penularan bagi seseorang yang terpapar Covid-19. Sayangnya, seringkali isolasi mandiri yang ditempuh salah atau tidak memadai. Alhasil, bukan memutus rantai penularan tapi justru membuat klaster baru, yaitu klaster keluarga. 

Seseorang pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri secara salah atau tak memadai dapat menularkan virus kepada orang lain. Begitu seterusnya sehingga laju penularan tak kunjung usai.

Mengutip laman resmi Instagram Pandemictalks, terdapat tiga kesalahan yang sering dilakukan saat isoman. Pertama adalah kegiatan makan bersama anggota keluarga lain. Kedua, menggunakan ruangan komunal secara bersama-sama. Ketiga, tidak menjalankan protokol kesehatan selama isolasi mandiri di rumah. 

Sementara itu, berdasarkan paparan di laman Kawal Covid-19, terdapat sejumlah hal yang sebaiknya dipatuhi selama isoman. Dimulai dari mengonsumsi obat sesuai resep dokter secara teratur dan tepat dosis. 

Aspek lain ialah pasien perlu menjaga kebersihan. Terutama dengan memperhatikan hal-hal terkait pencucian baju dan peralatan makan pasien, serta terkait sampah. 

Pasien Covid-19 disarankan untuk mencuci pakaian dan peralatan makannya apabila masih bisa melakukan sendiri. Kalaupun harus dibantu orang lain, pastikan orang yang membantu selalu menggunakan sarung tangan dan masker. Setelah mencuci, segera buang sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun.

Sementara itu, terkait sampah pasien Covid-19, ini dinyatakan termasuk dalam kategori sampah medis yang tidak boleh dicampur dengan sampah biasa dan harus dibuang setiap 12–24 jam. 

Oleh karena itu, sebaiknya kita melaporkan kepada ketua RT setempat bahwa di lingkungan terdapat pasien Covid-19 yang sedang isoman. Dengan begitu, RT dapat melapor ke kelurahan, kemudian akan dibagikan kantong sampah berwarna kuning untuk menandai sampah medis. 

Apabila tidak tersedia kantong plastik kuning, pasien dan keluarganya diimbau untuk selalu menyemprotkan desinfektan pada kantong sampah sebelum dibuang dan diangkut petugas kebersihan. Tutup rapat kantong sampah tersebut agar isinya tak berceceran. 

Bagaimanapun, isolasi mandiri bukanlah kondisi ideal. Namun, agar kegiatan tersebut aman bagi keluarga, sebaiknya menjalankan protokol kesehatan dengan benar dan disiplin untuk mengurangi risiko penularan terhadap orang lain.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait